Entertainment / Gosip
Sabtu, 25 April 2026 | 13:41 WIB
Mengenal Habib Mahdi Alatas, sosok yang lantang suarakan kasus pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry. (Instagram/hma.alatas)

Suara.com - Selain Ustaz Abi Makki, ada satu sosok lagi yang lantang membela para korban pelecehan seksual terhadap tiga santri laki-laki yang dilakukan Syekh Ahmad Al Misry (SAM). Ia adalah Habib Mahdi Alatas.

Habib Mahdi merupakan pelapor utama dan koordinator para korban. Ia tak gentar saat dirinya dicap ghibah hingga fitnah karena berani berbicara dan menyalahkan SAM.

Mahdi menyakini punya bukti kuat tentang pelecehan seksual yang dilakukan SAM pada beberapa santri putra.

Dalam video terbaru yang diunggah di akun Instagramnya, @hma.alatas, dia semakin membeberkan beberapa fakta yang diketahuinya soal pelecehan seksual yang dilakukan SAM.

Menurutnya, ada seorang santri yang kini belajar di Kairo dan orangtuanya didatangi pihak SAM dan diancam.

Hal seperti ini yang menggerakan hati Mahdi untuk bersuara dan memperjuangkan hak korban.

Mahdi blak-blakan, apa yang dilakukannya butuh biaya, tenaga dan waktu yang banyak, namun tetap dia lakukan.

Ia bahkan bersama Ustaz Abi Makki datang ke Komisi III DPR RI untuk membahas kasus pelecehan seksual Syekh Ahmad Al Misry yang meresahkan ini.

Baca Juga: Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?

Lalu sebenarnya siapa Habib Mahdi Alatas?

Habib Mahdi bin Abdurrohman Al Athos atau akrab disapa Habib Mahdi Alatas adalah seorang ulama dan tokoh agama asal Jakarta yang dikenal sangat aktif dalam kegiatan dakwah serta isu-isu sosial-keagamaan.

Dia adalah pendakwah sekaligus pimpinan Majelis Ta'lim Al Khairat yang berlokasi di Condet, Jakarta Timur.

Dari akun Instagramnya, dia adalah putra dari Habib Syeikh bin Salim Al Athas Tipar Sukabumi.

Dari garis keturunan ibu, dia adalah cucu Sayidil Jad Alhabib Muhsin Bin Umar Al Ali Bin Hasan Alatas (Masyhad), adik dari Alhabib Salim Bin Umar Alatas Al Ali Bin Hasan.

Dari keilmuan agama, dia menyebut dirinya sebagai murid Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki, Mekah.

Load More