Entertainment / Film
Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB
Poster film Para Perasuk (IMDb)

Sebagian warganet melihat pendekatan artistik film lebih condong ke festival sehingga tidak sepenuhnya mengikuti selera pasar luas.

"Pernah dengar di podcast, orang bikin film ada dua, mau buat festival atau buat penonton. Kayaknya film ini dibikin lebih buat film festival," tulisnya.

"Dari beberapa podcast-nya Wregas juga jelas, kok, film ini dibuat untuk menggambarkan dirinya ditambah dengan isu kritik sosial," lanjut warganet tersebut.

Dia menilai capaian awal film masih tergolong wajar mengingat segmentasi penonton yang tidak sepenuhnya mainstream.

Sementara itu, Wregas Bhanuteja telah meraih berbagai penghargaan tertinggi di Festival Film Indonesia (FFI) dan ajang apresiasi lainnya.

Dua film sebelumnya, Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti mendapat ulasan positif dari kritikus.

Kekuatan utama Wregas memang terletak pada kemampuannya mengolah keresahan personal dan isu kritis namun tetap terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Baca Juga: Film Dokumenter Travis Barker Dirilis Tahun Ini, Bahas Perjuangan Lawan Trauma Kecelakaan Pesawat

Load More