- Film The Bell: Panggilan untuk Mati mengangkat legenda hantu tanpa kepala "Penebok" dari Belitung dengan sentuhan romansa tragis dan latar sejarah tahun 1930-an.
- Shalom Razade mengungkapkan bahwa sosok Penebok bukan sekadar teror, melainkan entitas yang mencari cinta dan ingin terlihat utuh secara batin maupun fisik.
- Film ini dijadwalkan tayang 7 Mei 2026 dan siap dipasarkan di Cannes Film Market.
Suara.com - Horor tidak selamanya hanya soal ancaman nyawa. Di balik sosok Penebok yang mengerikan, tersimpan sebuah romansa tragis yang menjadi nyawa utama dalam film The Bell: Panggilan untuk Mati.
Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 27 April 2026.
Bukan sekadar mengejar kepala, entitas tanpa kepala asal Belitung ini ternyata sedang mencari kepingan hati yang hilang.
Shalom Razade, yang memerankan sosok Isabella sekaligus hantu Penebok, memberikan bocoran mengenai motivasi karakternya yang belum pernah ada di industri film horor Indonesia. Baginya, Isabella bukan hantu yang meneror tanpa tujuan.
"Kenapa awalnya aku tertarik, karena ternyata hantu Penebok ini ada alasan kenapa dia mengumpulkan kepala. Bukan sekadar teror saja, tapi ternyata hantunya punya hati. Dia cuma kepingin ketemu orang yang sangat dicintainya, kepingin orang itu melihat dia seutuhnya," kata Shalom Razade.
Ketertarikan Shalom pada peran ini bahkan membuatnya nekat memberikan ide spontan untuk menggunakan bahasa Belanda dalam dialognya guna memperkuat karakter Isabella sebagai aktivis era kolonial.
"Sebenarnya nggak ada di skrip bahasa Belanda itu. Itu ide saya sendiri supaya biar orang Belandanya mengerti kalau Isabella ini serius. Akhirnya nyesel, tapi nggak apa-apa, bagus," tambahnya sembari tertawa.
Filosofi Terpenggalnya Pikiran dan Perasaan
Penulis naskah, Priesnanda Dwi Satria, menjelaskan bahwa premis utama The Bell bukan sekadar memisahkan kepala dari tubuh secara fisik, melainkan sebuah metafora tentang kemanusiaan.
Baca Juga: Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Angkat Mitos Lonceng Keramat di Belitung
"Core ceritanya adalah gimana kalau leher yang terpenggal itu bukan hanya memisahkan kepala dan badan, tapi juga pikiran dan hati. Kalau itu sudah terjadi, apakah masih bisa dianggap manusia?" tanya Priesnanda retoris.
Hal ini diamini oleh aktor senior Mathias Muchus yang memerankan Tuk Baharun. Muchus menekankan bahwa konflik dalam film ini adalah upaya sang dukun untuk menyambungkan kembali apa yang telah diputus oleh dendam masa lalu.
"Sebagai dukun, usaha saya yang paling signifikan adalah bagaimana menyambungkan kembali pikiran dan perasaannya. Kalau pikiran enggak dipakai ya hati enggak ada artinya, begitu pun sebaliknya. Jangan sampai kepala kita putus dari raga, nanti hidup kita enggak berarti," tegas aktor yang telah berkarier lebih dari empat dekade ini.
Selain teror mistis, tensi tinggi ternyata juga terbawa ke lokasi syuting. Givina, pemeran Saidah, menceritakan insiden baku hantam dengan Ratu Sofya (pemeran Airin) yang berakhir dengan kontak fisik nyata akibat terlalu mendalami emosi.
"Waktu di lokasi sebenarnya kita sudah janjian, sudah latihan teknis namparnya ke mana. Ternyata pas adegan, kita terlalu emosional. That’s why ketika ditampar sama Airin, Bap! Saya kaget, Bisma kaget, Dokter Usman juga kaget. Jadi kita kayak lanjut, tampar balik! Itu dari hati kayaknya," kenang Givina.
"Lumayan sakit tapi seru, si Bisma apalagi senang banget, dia bilang 'Wih lagi dong!', kata gue mah sakit, jir!" selorohnya.
Berita Terkait
-
Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!
-
Gurita Bisnis Milik Wulan Gurito, Kini Tagih Utang Rp396 Juta ke Sabda Ahessa
-
Wulan Guritno Main Air Cuma Pakai Bikini Bertali, Warganet Takut Ada yang Nyangkut
-
4 Fakta Film 'Trinil', Film Horor Terbaru Pembuka Awal Tahun 2024
-
Dibongkar Wulan Guritno, Shalom Razade Ternyata Pernah Pacari Putra Marini Zumarnis
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Dituduh Terima Uang dari Hanania Travel, Anisa Rahma dan Suami: Kami Malah Bayar Rp100 Juta!
-
Film Laddaland Versi Indonesia Tayang 13 Agustus 2026, Pakai Pendekatan Horor yang Beda
-
Saksi Kunci Berubah Haluan, Kesaksian Baru ART Ungkap Fakta Mengejutkan Kasus KDRT Erin Taulany
-
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah, Maharnya Tiga Keping Emas dengan Berat Unik
-
Visualisasikan Cinta yang Rumit, Adrian Khalif Resmi Rilis MV '2001x'
-
Beda dengan di Layar Kaca, Mantan ART Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Jutek Banget
-
Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua
-
Justin Hubner Resmi Mualaf Jelang Nikahi Jennifer Coppen
-
Bantah Terima Uang Saku, Cut Meyriska Bahkan Bayar Biaya Umrah Anak ke Hanania Travel
-
2 Pemuda di Medan Terancam Pidana 6 Tahun dan Denda Rp60 M Usai Isi Pertalite Pakai Jeriken