- Menag Nasaruddin Umar mengusulkan kurban dan akikah via Baznas untuk kemudahan koordinasi serta manfaat sosial yang lebih luas.
- Kemenag menegaskan tidak ada larangan menyembelih hewan kurban; narasi video yang beredar telah dipotong dan keluar dari konteks.
- Masyarakat memberikan reaksi beragam, mulai dari kekhawatiran soal transparansi hingga tetap memilih tradisi penyembelihan mandiri.
Suara.com - Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, memberikan usulan terkait pelaksanaan akikah atau kurban. Dia mengusulkan bagi masyarakat yang mau berkurban atau akikah bisa menyerahkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
"Daripada repot-repot memotong kambing, mengundang segala macam, ya sudahlah kasih saja BAZNAS," kata Nasaruddin Umar dalam video yang beredar, dikutip Rabu, 29 April 2026.
Menurut Nasaruddin, selain efisien, pengelolaan oleh Baznas bisa jadi instrumen kesejahteraan yang luar biasa.
"Yang punya urusan selanjutnya adalah Baznas. Itu kita ada peraturan Baznas tersendiri," ujarnya.
Masyarakat yang ingin akikah atau kurban, lanjut Nasaruddin, bisa membeli hewan kurban yang disediakan oleh Baznas atau menyerahkan uangnya saja. Selanjutnya, Baznas yang memotong hewan kurban dan menyalurkannya.
Namun, usul Nasaruddin ini memantik reaksi keras dari netizen. Banyak yang merasa tak repot membeli dan memotong hewan sendiri untuk kurban ataupun akikah.
Lainnya, juga merasa khawatir dengan transparansi pengelolaan dana yang terkumpul.
Potongan video dijadikan narasi hoaks
Potongan video Nasaruddin ini dijadikan narasi hoaks oleh pihak tak bertanggung jawab. Dalam video yang beredar ditempel judul atau keterangan kalau Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban serta minta menggantinya dengan uang.
Baca Juga: Kurban Praktis dan Penuh Makna, Ibadah Jadi Lebih Mudah Lewat BRImo
Soal ini, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar memberikan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa potongan video diambil dari pernyataan Menag Nasaruddin di acara Puncak Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 pada 2 April 2026.
Judul yang dipakai dalam video yang beredar ditulis "Lebaran Kurban, Gk Boleh Nyembelih Hewan, Suruh Ganti Uang."
Thobib menegaskan kalau narasi di dalam video keluar dari konteks pernyataan sebenarnya. Kata dia, Menag Nasaruddin di acara itu, bukan meminta mengganti praktik ibadah akikah, melainkan menyampaikan gagasan pengelolaan ibadah penyembelihan hewan kurban yang lebih tertata.
"Pernyataan Menag harus dipahami secara utuh, bahwa yang dibicarakan adalah gagasan awal pengelolaan agar lebih tertata dan memberi manfaat luas. Itu bukan berarti mengganti praktik ibadah yang sudah berjalan," katanya melansir dari kemenag.go.id.
Thobib menegaskan Menag Nasaruddin tak pernah mengeluarkan pernyataan melarang praktik penyembelihan hewan kurban.
"Kementerian Agama memastikan praktik ibadah tetap berjalan seperti biasa," ujarnya.
Lebih lanjut kata dia, Menag Nasaruddin hanya memberikan opsi kemudahan bagi masyarakat yang ingin berkurban atau akikah. Caranya, dengan menyerahkan kepada lembaga profesional seperti Baznas.
"Bagi masyarakat yang menginginkan kemudahan, dapat menyerahkan hewan kurban kepada lembaga profesional seperti Baznas atau memberikan dana senilai hewan kurban yang disediakan oleh Baznas. Selanjutnya, proses penyembelihan dan pendistribusian dilakukan secara profesional oleh Baznas pusat maupun Baznas daerah," katanya.
Berita Terkait
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Hoaks Cerai Bikin Khawatir, Cita Citata dan Didi Mahardika Belum Berniat Tempuh Jalur Hukum
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan
-
Yuka Theo dan Niko Junius Bakal Pandu Fan Meeting Win Metawin di Jakarta
-
Kolaborasi dengan Artis Korea Makin Dilirik, KACA 2026 Umumkan Deretan Pemenang
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?
-
Lutesha Kehilangan Suara Usai Adegan Kesurupan di Film Cerita Lila
-
Heboh Curhat Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung soal Tamparan