Entertainment / Gosip
Rabu, 29 April 2026 | 16:47 WIB
Kecelakaan KAJJ Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur (ANTARA)

Suara.com - Korlantas Polri turut mendukung penyelidikan kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Adapun dalam proses ini, Korlantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan teknologi metode traffic accident analysis (TAA) untuk merekonstruksi kejadian secara lebih rinci dan menyeluruh.

Lantas, apa itu metode Trafic Accident Analysis? Simak penjelasannya berikut ini!

Traffic Accident Analysis merupakan salah satu metode yang digunakan Polri dalam menginvestigasi kasus kecelakaan di lalu lintas sejak lama.

Hal ini dikarenakan dalam metode ini, Polri dapat menggunakan banyak faktor untuk menentukan penyebab kecelakaan yang terjadi di lapangan.

Diketahui, metode TAA didukung dengan teknologi yang canggih dengan pendeteksi seperti kamera atau sensor lainnya yang bisa menangkap kemungkinan yang terjadi dalam kecelakaan lalu lintas seperti kondisi struktur jalan, pola pola kejadian, hingga kondisi orang yang mengalami tabrakan. 

Tak hanya itu, metode TAA ini juga dapat dijadikan metode untuk mendalami kasus kecelakaan tunggal atau beruntun.

Biasanya, dalam penggunaannya, metode TAA juga dilengkapi dengan pembuatan atau rekonstruksi kejadian menggunakan teknologi animasi 3D sehingga para penyidik Polri dapat mengetahui beberapa faktor atau penyebab utama dari kecelakaan.

Selain itu, teknologi TAA ini juga digunakan sebagai mapping dari potensi kecelakaan yang mungkin dapat terjadi sepanjang jalan.

Baca Juga: KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

Salah satu alat yang digunakan dalam TAA ini adalah CCTV NTMC yang sering digunakan Polri dalam memantau lalu lintas kendaraan di beberapa titik dalam waktu bersamaan.

CCTV ini juga biasanya sudah terhubung dengan perangkat canggih lainnya seperti komputer atau laptop sehingga mudah untuk diidentifikasi.

Kecelakaan KAJJ Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Sebagai informasi, Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki dua jenis alat TAA yang digunakan untuk mendukung penyidikan kecelakaan lalu lintas.

"Alat TAA kami ada dua, satu statis dan satu portabel. Yang statis itu untuk merekam environment (lingkungan sekitar) secara 360 derajat, sehingga kita bisa melihat dan mengilustrasikan secara 3 dimensi dengan kualitas 4K," kata Kompol Sandhi, dilansir dari situs Korlantas Polri.

Selain itu, Sandhi menyebut hasil rekaman alat penyelidikan itu akan menjadi alat bukti elektronik yang sah dan digunakan dalam proses penyidikan lanjutan.

Menurutnya, bukti itu nantinya juga akan disampaikan kepada jaksa penuntut umum hingga hakim dalam proses penuntutan dan persidangan.

Load More