- Dokter Gia Pratama mengungkapkan dalam podcast bahwa bayaran dokter dari BPJS Kesehatan sangat minim yakni Rp30 ribu per pasien.
- Dana BPJS yang diterima rumah sakit harus dibagi untuk operasional medis, obat-obatan, serta gaji tenaga kesehatan lainnya.
- Pernyataan tersebut memicu perhatian publik setelah video terkait viral dan menimbulkan beragam reaksi keprihatinan di media sosial.
Suara.com - Pengakuan Dokter Gia Pratama mengenai besaran bayaran yang diterima dari pasien BPJS mendadak menjadi sorotan publik.
Dalam sebuah podcast bersama Habib Husein Ja'far Al Hadar, dokter yang dikenal aktif di media sosial itu blak-blakan mengungkap realita yang jarang diketahui masyarakat.
Dalam perbincangan tersebut, Dokter Gia mengaku kerap merasa heran dengan sistem pembayaran yang diterima tenaga medis. Ia menyebut, meskipun jumlah pasien meningkat dan tindakan medis yang dilakukan cukup banyak, pendapatan yang diterimanya tidak mengalami perubahan signifikan.
“Karena kalau pasien banyak, dari BPJS cuma segitu-gitu aja. Curhat dong saya,” ujarnya.
Ia kemudian melempar pertanyaan kepada Habib Ja’far sapaannya untuk menebak berapa bayaran yang diterima seorang dokter dari satu pasien BPJS, khususnya dalam kasus yang cukup serius seperti kecelakaan.
“Menurut habib, saya itu dapat berapa per pasien? Pasien datang kecelakaan, aku harus infus, aku harus jahit, bikin dia sadar lagi, dirawat sampai sembuh, aku dapat berapa dari BPJS?” tanyanya.
Habib Ja’far sempat menebak dengan angka yang menurutnya wajar.
“Mungkin Rp500 ribu,” jawabnya dengan nada ragu.
Namun jawaban tersebut justru mengundang tawa dari Dokter Gia, yang kemudian mengungkap fakta sebenarnya.
Baca Juga: Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara
“Rp30 ribu, jarang yang ngomongin ini. BPJS mah ngasih ke rumah sakit, rumah sakit yang bagiin ke dokter,” bebernya.
Penjelasan itu pun membuka mata banyak orang mengenai sistem distribusi dana dari BPJS Kesehatan. Dokter Gia menegaskan bahwa dana yang diberikan BPJS tidak langsung diterima dokter secara utuh, melainkan dibagi untuk berbagai kebutuhan operasional rumah sakit.
“Misal rumah sakit dapat sekian ratus ribu, tapi itu kan buat obat, lab, rontgen, perawat, dokternya ini yah,” tambahnya.
Potongan video podcast tersebut kemudian viral setelah dibagikan ulang di platform Instagram oleh akun @rumpi_gosip.
Dalam waktu singkat, unggahan itu dibanjiri berbagai komentar dari netizen yang terkejut sekaligus prihatin dengan kondisi yang diungkapkan.
"Ya Allah sedikit ya terimakasih ya dokter dokter yang mau membantu anakku dan diriku yang saat itu sedang sakit," tulis salah satu netizen.
"Rp30 ribu, asli sih BPJS ini zalim banget sih," timpal lainnya.
"Kegedean gaji direksi nya @bpjskesehatan_ri," sahut lainnya.
Berita Terkait
-
Video Detik-Detik Mencekam, Perempuan Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Flying Fox
-
Sehidup Semaling! Sejoli Ini Tega Kuras Uang ATM Nenek-Nenek Pedagang Pasar Sampai Rp45 Juta
-
Perut Mendadak Membesar Bak Hamil, Tiktoker Ini Curhat Idap Kista Ovarium Akibat Sering Makan Seblak
-
Aksi Oknum Polisi Merokok Sambil Nyetir Viral, Ditegur Malah Ngeyel
-
Video WNI Merokok di Area Terlarang di Jepang Viral, Ini Klarifikasinya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan