- Pengeroyokan bermula karena delapan siswa SMK 1 Polewali tidak terima ditegur dan dibawa ke ruang BK oleh satpam akibat merokok serta memanjat pagar sekolah.
- Para oknum siswa yang dendam melakukan aksi pengeroyokan brutal menggunakan tangan kosong dan kunci motor saat jam pulang sekolah.
- Akibatnya, dua satpam berinisial MR dan MS mengalami luka di wajah; kasus ini kini ditangani Polres Polman dan pihak sekolah.
Suara.com - Kabar mengagetkan datang dari dunia pendidikan di wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dua orang satpam di SMK 1 Polewali menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa.
Tragedi memilukan tersebut terjadi di lingkungan sekolah, tepatnya Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WITA.
Semua bermula ketika para petugas keamanan sekolah memergoki ulah nakal sekelompok pelajar di area sekolah.
Para siswa tersebut kedapatan sedang asyik merokok hingga nekat memanjat pagar pembatas gedung sekolah secara ilegal.
Satpam berinisial MR (24) dan MS (28) pun langsung bertindak tegas dengan menegur aksi melanggar aturan tersebut.
Kelompok siswa itu sempat digelandang ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Alih-alih merasa bersalah dan insaf, para pelajar ini diduga menyimpan dendam karena tidak terima ditegur.
Mereka pun lantas merencanakan aksi penyerangan brutal terhadap kedua korban saat jam pulang sekolah tiba. Video pengeroyokan ini dibagikan oleh akun TikTok Times Indonesia.
Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, membenarkan adanya aksi tak terpuji yang dilakukan oleh beberapa anak didiknya.
Baca Juga: Ibu Merantau demi Nafkah, Ayah Kandung di Lampung Tega Cabuli Putri Sendiri
"Sudah ada nama-nama kita miliki, kalau tidak salah ada 8 orang," ujarnya dalam video yang beredar di TikTok.
Akibat pengeroyokan itu, MR dan MS dilaporkan mengalami luka memar serta goresan di bagian wajah mereka.
Polisi menyebut pelaku menyerang secara membabi buta memakai tangan kosong hingga hantaman kunci motor yang berbahaya.
Kini kasus tersebut tengah ditangani Polres Polman sembari pihak sekolah memanggil orang tua siswa terkait sanksi.
Berita Terkait
-
3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Review Viral Hit: Perjalanan Heroik Remaja Melawan Bullying secara Live
-
Viral Dulu Baru Ditolong? Negara Tak Boleh Bekerja Berdasarkan Algoritma
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan