- Masjid Nurul Ashri di Sleman, Yogyakarta mengadakan nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi bagi ratusan pemuda.
- Kegiatan tersebut bertujuan membuka ruang diskusi publik mengenai isu masyarakat adat, lingkungan, dan dampak proyek besar di Papua.
- Aksi nonton bersama ini mendapat apresiasi positif dari publik dan sutradara film karena dianggap sebagai edukasi sosial kreatif.
Suara.com - Film dokumenter Pesta Babi masih terus menyita perhatian publik sejak ramai diperbincangkan di media sosial. Terbaru, sebuah kegiatan nonton bareng atau nobar film tersebut di lingkungan masjid menjadi sorotan warganet karena dihadiri ratusan anak muda.
Kegiatan itu digelar oleh Masjid Nurul Ashri Deresan yang berada di Sleman, Yogyakarta. Dalam video yang dibagikan melalui akun resmi masjid, terlihat halaman masjid dipenuhi para penonton yang mayoritas merupakan kalangan muda.
Mereka tampak duduk bersama menyaksikan pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” sambil mengikuti sesi diskusi yang digelar setelah penayangan film berlangsung. Suasana nobar tersebut pun terlihat santai dan penuh antusiasme.
“Katanya film ‘Pesta Babi’ berbahaya… tapi pas masjid ngadain nobar & diskusi, yang datang malah full anak muda sampai ratusan orang,” tulis akun resmi Masjid Nurul Ashri Deresan dalam unggahannya.
Pihak masjid juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar menonton film, tetapi juga membuka ruang diskusi agar masyarakat bisa mendengar sudut pandang berbeda mengenai isu yang diangkat dalam dokumenter tersebut.
“Bukan cuma nonton, tapi juga pengen denger sudut pandang lain dan ngobrol bareng dengan suasana yang adem,” lanjut unggahan tersebut.
Kegiatan nobar ini pun langsung menarik perhatian publik dan menuai beragam komentar positif di media sosial. Banyak netizen memuji langkah masjid yang dinilai mampu menjadi ruang diskusi terbuka bagi anak muda untuk membahas isu sosial dan kemanusiaan.
Tak hanya netizen, salah satu sutradara film “Pesta Babi”, Dandhy Laksono, juga ikut memberikan komentar atas kegiatan nobar tersebut. Ia mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat yang datang menonton dokumenter tersebut di area masjid.
“This is another level of nobar ,” tulis Dandhy Laksono.
Baca Juga: Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis
Komentar positif juga datang dari banyak pengguna media sosial lainnya. Sebagian menilai kegiatan seperti ini seharusnya lebih sering dilakukan karena bisa menjadikan masjid sebagai pusat diskusi dan pendidikan sosial bagi masyarakat.
“Seluruh masjid di Indonesia kalau ngadain nobar kek gini keren juga,” tulis akun @_yusuf***.
“Di pelataran itu peradaban bermula. Mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya,” komentar pengguna lainnya.
Film dokumenter “Pesta Babi” sendiri merupakan karya sutradara Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono. Dokumenter ini mengangkat perjuangan masyarakat adat di wilayah selatan Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka dari berbagai proyek besar yang dinilai mengancam lingkungan dan ruang hidup warga.
Film tersebut menyoroti dampak proyek ketahanan pangan dan transisi energi terhadap masyarakat adat Papua. Selain itu, dokumenter ini juga membahas persoalan lingkungan, militerisasi, serta sejarah panjang eksploitasi yang terjadi di Papua.
Karena mengangkat isu yang sensitif dan penuh kontroversi, “Pesta Babi” berhasil menarik perhatian luas dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis, komunitas hak asasi manusia, hingga masyarakat umum.
Berita Terkait
-
Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman
-
Sajen Satu Suro: Misteri Keris Terkutuk dan Rahasia Kelam 30 Tahun Silam
-
Cara Dapat Akses Nonton Film Pesta Babi: Gratis, Tapi Ada Minimal Penontonnya
-
Nyesek! Rayen Pono Merasa Berdosa Usai Nonton Film Pesta Babi: Ada Praktik Penjajahan di Papua
-
Film Pesta Babi: Hutan Mereka Diambil, Seolah Papua adalah Tanah Tak Bertuan
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore
-
Curhatan Eks Kru Ini Talkshow Viral, Mengaku Dilempar Skrip oleh Host Terkenal
-
Istri Bongkar Tekanan Batin Menteri Purbaya: Gemas Lihat Anak Buah 'Nakal', Tapi Tak Bisa Pecat
-
Ry Hyori Rilis Single Perdana Pacar Pacaran, Angkat Kisah Hubungan Tanpa Status
-
Lawan Lita Gading Berani, Rayen Pono Sebut Ahmad Dhani Kicep Hadapi Laporannya
-
Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
-
Jerome Polin Panen Kritik Usai Sindir Guru di Media Sosial
-
Cari Keadilan, Rayen Pono Berencana Ajukan Sidang Perkara Khusus untuk Kasus Ahmad Dhani
-
Baskara Putra Alami Kelelahan Ekstrem hingga Pingsan di Pesawat, Sempat Dipaksa Tampil
-
Rayen Pono Protes, Sebut Kasus Ahmad Dhani soal Dugaan Hina Marga Tak Perlu Tunggu Izin Presiden