Entertainment / Gosip
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:45 WIB
Viral di Medsos, Sapi Menangis Usai Ngamuk dan Seruduk Pemilik karena Mau Dijual [TikTok]
Baca 10 detik
  • Seorang pemilik sapi mengalami luka parah setelah diseruduk hewan ternaknya saat hendak dijual di lokasi kejadian.
  • Video yang viral di media sosial memperlihatkan sapi menangis saat dinasihati oleh keluarga pemilik mengenai tindakannya.
  • Keluarga pemilik terpaksa menjual sapi tersebut karena kondisi ekonomi meskipun memiliki ikatan emosional yang cukup kuat.

Suara.com - Video seekor sapi yang menyeruduk pemiliknya hingga terpental mendadak viral di media sosial dan mengundang perhatian warganet.

Peristiwa tersebut ramai dibagikan di berbagai platform, salah satunya melalui akun TikTok TikTok milik Lambe Turah.

Dalam video yang beredar, sapi tersebut disebut mengamuk karena diduga akan dijual oleh sang pemilik.

Akibat amukan itu, seorang bapak-bapak yang diketahui sebagai pemilik sapi mengalami luka cukup parah setelah terpental cukup jauh akibat serudukan hewan ternaknya sendiri.

Suasana haru semakin terasa ketika seorang perempuan yang diduga anggota keluarga pemilik sapi mendatangi kandang dan berbicara langsung kepada sapi tersebut.

Dengan nada sedih, perempuan itu tampak menasihati sapi yang disebut telah dirawat sejak kecil oleh keluarganya.

“Kenapa bapak dibanting, kenapa? Dirawat dari bayi, bapak digituin,” ucap perempuan tersebut dalam video viral itu.

Tak lama setelah dimarahi, sapi tersebut terlihat mengeluarkan air mata. Momen itu sontak membuat banyak netizen ikut tersentuh.

Perempuan tersebut kembali berbicara sambil menjelaskan kondisi pemilik sapi yang kini terluka akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Cerita Mengharukan Ibu Kembar Tiga, Lahiran Secara Normal dan Viral di Medsos

“Nangis nangis. Ini bapak sakit gara-gara dibanting,” lanjutnya.

Video itu kemudian berlanjut dengan momen lain saat perempuan tersebut kembali mendatangi sapi tersebut. Kali ini, suasana berubah menjadi lebih emosional karena ia justru meminta maaf kepada hewan ternak itu.

Menurut penuturannya, keputusan menjual sapi bukan karena keluarga sudah tidak sayang atau tidak ingin merawatnya lagi. Namun, kondisi ekonomi dan kebutuhan keluarga membuat mereka terpaksa mengambil keputusan tersebut.

“Maaf yah, bukan bapak nggak mau ngerawat lagi, tapi kebutuhan. Loh kok nangis. Kok nangis sih,” ujar perempuan itu dengan nada sedih.

Kolom komentar pun dipenuhi berbagai respons haru dari warganet.

Sebagian bahkan meminta agar sapi tersebut tidak dijual dan dijadikan konten media sosial saja karena dianggap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keluarga pemiliknya.

Load More