Entertainment / Gosip
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:00 WIB
Acha Septriasa membahas pernikahan toksik [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Acha Septriasa mengingatkan bahwa memendam masalah dan melakukan silent treatment dalam pernikahan bisa menjadi bom waktu yang merusak hubungan.
  •  Pasangan harus jujur mengenai luka masa lalu sejak awal dan mendeteksi tanda-tanda hubungan toksik (red flags) demi mencari jalan keluar bersama.
  • Bertahan di pernikahan toksik demi anak tidak selalu benar, karena berpisah terkadang justru menyelamatkan cara pandang anak tentang hubungan yang sehat.

Suara.com - Acha Septriasa berbagi pandangannya soal dinamika pernikahan dan hubungan toksik saat mempromosikan film Suamiku Lukaku.

Saat berkunjung ke kantor Suara.com di Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026, Acha banyak menyinggung soal komunikasi dalam hubungan, luka masa lalu pasangan, hingga alasan banyak orang bertahan di pernikahan yang tidak sehat.

Menurut aktris 36 tahun tersebut, hubungan rumah tangga yang tampak baik di awal bisa berubah menjadi toksik ketika masalah terus dipendam tanpa diselesaikan.

"Permasalahan yang nggak diselesaikan dengan baik atau unresolved problems itu kalau diemin aja atau di-silent treatment-in lama-lama bisa menjadi bom waktu," kata Acha Septriasa.

Acha Septriasa dalam perilisan trailer film 'Air Mata Mualaf' di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 27 Oktober 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Bintang film Heart tersebut menilai setiap pasangan sebenarnya datang ke hubungan dengan niat baik. Namun, banyak orang gagal membicarakan luka atau trauma masa lalu secara jujur sejak awal.

"Menurut aku harusnya dua-dua manusia, mau punya background luka seperti apa di masa lalu, mereka harus memaksa untuk just put everything on the table. Harus jujur sama satu sama lain," bebernya.

Acha mengatakan penting bagi pasangan untuk mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sedini mungkin. Hal itu pula yang menurutnya ingin disampaikan lewat film Suamiku Lukaku.

"Kalau misalnya kalian ada di posisi baru mengalami symptoms toxic relationship, kalau awal didetect kan kalian bisa tahu sebenarnya jalan keluarnya apa," tutur sang aktris.

Ibu satu anak tersebut juga menilai hubungan toxic sebenarnya masih bisa diselamatkan apabila kedua pihak sama-sama mau memperbaiki diri dan terbuka mencari bantuan.

Baca Juga: Perankan Amina di Suamiku Lukaku, Acha Septriasa Ungkap Beratnya Jadi Korban KDRT

"Kalau menurutku sebenarnya semua itu bisa dibicarakan ya. Nggak ada hubungan suami istri yang dari awal menginginkan hal-hal negatif seperti itu. Pasti semuanya tujuannya untuk bersama-sama baik," ucap Acha.

Selain komunikasi, Acha juga menyoroti alasan banyak orang bertahan di pernikahan yang sudah tidak sehat, salah satunya karena anak.

Padahal menurut Acha, keputusan keluar dari hubungan toxic tidak selalu berarti kegagalan. Ada situasi tertentu ketika seseorang justru sedang menyelamatkan anaknya dari lingkungan yang tidak aman.

"Kalau kita gagal dalam pernikahan seolah-olah kita dicap sebagai manusia yang gagal di seluruh kehidupan kita," ujarnya.

"Kadang kita harus melihat dari sudut pandang lain bahwa kita sedang menyelamatkan cara pandang anak mengenai relationship yang baik itu seperti apa," tambah Acha.

Acha memahami keputusan berpisah memang bukan perkara mudah bagi orangtua. Terlebih ketika ada anak yang harus dipikirkan masa depannya.

Load More