- Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer viral setelah menyindir sistem hukum atas tuntutan gratifikasi sertifikasi K3 yang diterimanya.
- Noel mempertanyakan ketidakkonsistenan vonis hukum karena merasa hukumannya tidak sebanding dengan nominal dugaan korupsi dibandingkan kasus koruptor lain.
- Pernyataan tersebut memicu reaksi negatif publik di media sosial karena dianggap tidak pantas disampaikan oleh seorang mantan pejabat.
Suara.com - Pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel usai mendengar tuntutan dalam kasus dugaan gratifikasi terkait sertifikasi K3 viral di media sosial.
Ucapan Noel yang menyinggung soal besaran korupsi dan hukuman langsung memancing perhatian publik serta menuai beragam komentar dari netizen.
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, Immanuel Ebenezer tampak menanggapi tuntutan terhadap dirinya dengan nada heran sekaligus menyindir sistem hukum.
“Yang korupsi Rp75 miliar hanya enam tahun. Saya yang dianggap Rp3 miliar lima tahun. Kalau gitu menyesal nggak? Saya menyesal lah. Mending korupsi sebanyak-banyaknya. Cuma beda setahun dengan yang rendah,” kata Noel dalam video tersebut.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena dianggap kontroversial. Banyak warganet menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang mantan pejabat publik, terlebih di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus korupsi di Indonesia.
Tidak berhenti di situ, Noel juga menyinggung kasus rekannya yang disebut menerima hukuman lebih berat meski nominal dugaan korupsi lebih kecil.
Ia mempertanyakan logika hukum yang menurutnya tidak konsisten dalam menjatuhkan vonis kepada terdakwa kasus korupsi.
“Tapi kasihan juga Pak Heri. Cuma Rp4 miliar, hukumannya paling tinggi, tujuh tahun. Kan gila ini hukum, logikanya ini saya nggak ngerti cara berpikirnya,” sambungnya lagi.
Meski demikian, Noel mengaku masih bingung mengapa dirinya dan sejumlah pihak lainnya harus berhadapan dengan proses hukum.
Baca Juga: Suasana Stasiun Yogyakarta Mendadak Hening Saat Indonesia Raya Diputar, Reaksi Turis Asing Disorot
Ia merasa kebijakan yang dijalankan saat itu justru bertujuan membantu masyarakat dan mengikuti arahan pemerintah pusat. Karena itu, ia menilai tidak ada kerugian negara ataupun uang rakyat yang diambil secara langsung.
“Jujur aja mau empat tahun, lima tahun, dihukum tiga hari aja kita merasa kayak di neraka. Artinya saya bingung, kok kita punya kebijakan yang menguntungkan rakyat lantas saya juga mengikuti arah Presiden. Tidak ada kerugian negara, tidak ada yang saya curi duit rakyat Rp1,” tuturnya.
Video pengakuan Noel kemudian viral dan dibanjiri komentar netizen. Banyak pengguna media sosial memberikan respons sinis terhadap ucapan mantan pejabat tersebut.
Sebagian menilai Noel seolah menyesal bukan karena dugaan korupsi, melainkan karena nominal yang dianggap terlalu kecil dibanding risiko hukuman yang diterima.
“Wkwkwkwkekek. Dia menyesal karena merasa terlalu sedikit,” tulis salah satu netizen.
“Orang gila, korupsi kok bangga pak,” timpal pengguna lainnya.
“Bjirr. Bahkan koruptor pun menyesal nggak korupsi sebanyak-banyaknya,” komentar netizen lain.
Ada pula yang kembali menyerukan hukuman lebih berat bagi pelaku korupsi di Indonesia. “Makanya hukuman mati itu perlu,” tambah komentar lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dituduh Zalimi Pekerja hingga Viral, Selebgram Sindy HVT Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Seruan Boikot Naykilla, Buntut Terang-terangan Dukung LGBT
-
KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah