- KSAD Maruli Simanjuntak mempertanyakan sumber pendanaan film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu masyarakat adat di Papua.
- Film dokumenter tersebut menyoroti dampak negatif pembukaan hutan skala besar bagi kehidupan dan tanah masyarakat adat Papua.
- Masyarakat adat suku Marind, Yei, dan Awyu melakukan aksi penolakan ekspansi industri melalui simbol pemasangan salib merah.
Perubahan tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat lokal yang kehilangan sebagian ruang hidup, sumber pangan, hingga identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain itu, dokumenter ini juga menyoroti isu lain seperti dugaan keterlibatan aparat dalam pengamanan proyek investasi, konflik lahan, serta tekanan yang dialami oleh masyarakat yang menolak pelepasan tanah adat mereka.
Hal ini menambah kompleksitas persoalan yang diangkat dalam film tersebut.
Salah satu simbol perlawanan yang ditampilkan dalam film adalah pemasangan “salib merah” oleh warga adat. Simbol ini digunakan sebagai bentuk penolakan terhadap pembukaan hutan dan penguasaan lahan oleh perusahaan besar, sekaligus menjadi tanda protes atas perubahan yang terjadi di tanah mereka.
Berita Terkait
-
Film Terbaru Garapannya Diulas Negatif dengan Diksi Menohok, Baim Wong: Kaget Bacanya
-
Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea
-
Sinopsis Train Dreams: Kisah Penebang Kayu yang Menembus Nominasi Oscar, Tayang di Netflix
-
Ria Ricis Tampil di Film Keluarga Suami Adalah Hama, Netizen Penasaran Reaksi Keluarga Teuku Ryan
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
"Ya Allah Tolong Hambamu", Ucapan Terakhir Ibu Fedi Nuril Sebelum Meninggal
-
Selebgram Eyo Rivaldi Diduga Gadaikan 3 Mobil Rental di Pontianak
-
Film Terbaru Garapannya Diulas Negatif dengan Diksi Menohok, Baim Wong: Kaget Bacanya
-
Emak-Emak Bermukena Diduga Maling Motor Saat Magrib, Video Penangkapan Viral
-
Viral Ibu Hamil Ngidam Ditangkap Satpol PP, Ini Penjelasannya dari Sudut Pandang Psikologi
-
Heboh Teror Pocong di Tangerang, Netizen Kasih Komentar Kocak
-
Fans Garis Keras! Igor Saykoji Punya Studio Penuh Koleksi Star Wars
-
Ngeri! Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal
-
Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika
-
Tiket Ludes, Segini Biaya Nonton Online Festivaaal Marapthon: The Last Tale