Entertainment / Gosip
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:15 WIB
Mantan istri Andre Taulany, Erin Taulany atau Erin Anthony (jilbab biru) saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 20 Mei 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Mantan ART bernama Hera menuntut permohonan maaf dan pengembalian barang sebagai syarat damai kepada Erin Taulany.
  • Erin Taulany menolak berdamai karena merasa difitnah terkait tuduhan penganiayaan yang merusak nama baiknya di mata publik.
  • Erin Taulany memilih menempuh jalur hukum di Jakarta guna membuktikan fakta sebenarnya dan memberikan efek jera pelaku.

Suara.com - Perseteruan antara istri Andre Taulany, Rien Kasriyanti atau yang akrab disapa Erin Taulany, dengan mantan Asisten Rumah Tangga (ART) miliknya, Hera, belum mereda.

Hera sempat mengajukan dua syarat damai dengan Erin Taulany, terlapor dugaan penganiayaan.

Pertama, Erin Taulany harus meminta maaf kepada Hera. Kedua, mantan istri Andre Taulany ini diwajibkan untuk mengembalikan barang.

Namun Erin Taulany secara tegas menolak tawaran damai tersebut dan memilih menempuh jalur hukum.

Ibu tiga anak ini merasa nama baiknya sudah hancur akibat tuduhan melakukan kekerasan fisik yang dilontarkan Hera.

Hera, asisten rumah tangga Erin Taulany atau Erin Anthony dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu, 9 Mei 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

Erin merasa difitnah karena disebut telah mencakar hingga menodongkan pisau kepada mantan karyawannya itu.

"Maaf mohon maaf saya bukannya bukannya nggak mau damai. Tapi nama baik saya sudah rusak apalagi dengan fitnahan seperti ini," ujar Erin Taulany ditemui di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 20 Mei 2026.

Erin Taulany merasa, narasi yang dibangun Hera telah menyudutkan posisinya di mata publik dan teman-temannya.

"Framing ini (penganiayaan) sudah sangat jelek buat saya, sangat memojokkan dan nama baik saya dong ini harus dipertaruhkan se-Indonesia menghujat saya," lanjutnya.

Baca Juga: LPSK Minta Laporan Balik Erin Taulany terhadap eks ART Dihentikan

Erin Taulany mengaku sangat terpukul dengan tudingan keji yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan.

"Tuduhan yang dia bilang katanya saya mencakar, mencekik, apalagi menendang, menodong pisau itu sangat keterlaluan maksudnya udah sangat luar biasa fitnahnya," tegas Erin.

Kuasa hukum Erin Taulany, Stivany Agusia, juga menegaskan bahwa kliennya menutup pintu perdamaian untuk saat ini.

"Fitnahnya dalam artian tidak ada kata maaf dan damai. Untuk saat ini klien kami masih belum ada ke arah sana ya," kata Stivany.

Erin Taulany bersikeras agar kasus ini diselesaikan oleh pihak berwajib agar fakta yang sebenarnya terungkap.

"Saya masih pokoknya sampai hukum karena saya mau menempuh proses hukum," tutur ibu tiga anak tersebut.

Ia berharap langkah hukum ini bisa memberikan efek jera kepada pihak-mana pun yang suka menyebar fitnah.

"Biarkan proses hukum itu bekerja sesuai fakta ya bukan sesuai asumsi biar ada efek jera juga terhadap orang-orang yang suka fitnah," tutup Erin.

Load More