- Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, diduga menerima insentif miliaran rupiah setiap hari dari program Makan Bergizi Gratis.
- Jerome Polin memaparkan ilustrasi matematis nominal tersebut yang mencapai sebelas ribu rupiah per detik melalui platform Threads.
- Publik merespons isu tersebut dengan kekecewaan dan kecaman karena dinilai mencederai program peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Suara.com - Kabar mengenai dugaan penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, masih menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Dadan Hindayana bersama sejumlah pihak lainnya diduga menerima insentif bernilai miliaran rupiah setiap hari dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terafiliasi.
Banyak netizen yang mengaku terkejut dengan angka yang disebut-sebut dalam kabar tersebut. Pasalnya, nominal yang beredar dinilai sangat fantastis dan sulit dibayangkan oleh masyarakat pada umumnya.
Menanggapi kabar yang viral tersebut, influencer sekaligus konten kreator yang dikenal dengan kemampuan matematikanya, Jerome Polin, turut memberikan tanggapan.
Melalui akun Threads miliknya pada Kamis, 4 Juni 2026, Jerome mencoba mengilustrasikan besarnya nominal yang disebutkan dalam isu tersebut dengan melakukan perhitungan sederhana.
“1 miliar per hari. 41,67 juta per jam. 694 ribu per menit. 11 ribu per detik,” tulis Jerome dalam unggahannya.
Perhitungan tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Banyak warganet yang kemudian memberikan komentar dan mengekspresikan pendapat mereka terkait angka yang dipaparkan Jerome.
Tidak sedikit yang mengaku semakin terkejut setelah melihat nominal tersebut dipecah menjadi hitungan per jam, per menit, bahkan per detik.
Salah seorang netizen menuliskan bahwa masyarakat sebenarnya sudah dapat melihat indikasi adanya penyimpangan sejak awal.
Baca Juga: Punya SPPG Untung Berapa? Lahan Basah Dadan Hindayana Korupsi Dapur MBG
“Gak dihitung sedetail itu kita-kita juga tau ini korupsinya sudah terlihat dari awal. Pertanyaannya: why now?” tulis netizen tersebut.
Komentar lain datang dari warganet yang membandingkan angka tersebut dengan kondisi ekonomi masyarakat sehari-hari.
“Beras 5 kilo yang ku beli sebulan sekali menangis melihat ini,” tulis seorang pengguna media sosial, menggambarkan kesenjangan antara kebutuhan pokok masyarakat dengan angka miliaran rupiah yang sedang menjadi perbincangan.
Ada pula komentar bernada satir yang mengaitkan nominal tersebut dengan pendapatan pesepak bola dunia.
“CR7 ada saingannya nih,” tulis netizen lain, merujuk pada Cristiano Ronaldo yang dikenal sebagai salah satu atlet dengan penghasilan tertinggi di dunia.
Sementara itu, beberapa pengguna media sosial menilai bahwa apabila dugaan tersebut benar, maka tindakan tersebut sangat disayangkan karena berkaitan dengan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Bener-bener rakus, cara korupsi paling halus, untuk perbaikan gizi,” tulis seorang netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Cuma Diskors, Sanksi 15 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Bikin Netizen Geram
-
Kasus Korupsi BGN: Prabowo Panggil BPKP dan PPATK Usai Terima Laporan
-
'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs
-
Dadan Hindayana Dulu Kerja Apa Sebelum Jadi Kepala BGN? Kini Tersangka Korupsi MBG
-
Dadan Hindayana Dulu Dilantik Siapa? Eks Kepala BGN yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Program MBG
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus