- Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
- Dugaan korupsi terjadi melalui penunjukan yayasan mitra yang terafiliasi dengan pejabat BGN melalui pengaturan verifikasi portal mitra yang curang.
- Mitra SPPG menerima pendapatan kotor Rp1,8 miliar per tahun, namun harus menutup modal awal mencapai Rp2,5 hingga Rp6 miliar.
Suara.com - Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membuat publik penasaran dengan bisnis di balik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Pasalnya, Kejaksaan Agung mengungkap adanya yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG dan diduga terafiliasi dengan sejumlah pejabat BGN.
"Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah tiap hari, dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi, Rabu (3/6/2026).
Yayasan tersebut disebut memperoleh insentif miliaran rupiah setiap tahunnya melalui skema kemitraan dalam program MBG.
Lalu, sebenarnya seberapa menguntungkan memiliki dapur MBG?
Pendapatan Kotor Bisa Rp1,8 Miliar per Tahun
Dalam penjelasan resmi yang diunggah BGN pada Februari 2026, mitra SPPG mendapatkan pembayaran hingga Rp6 juta per hari.
Namun, BGN menegaskan angka tersebut bukan keuntungan dari penjualan makanan. Dana itu merupakan pembayaran atas kesiapan fasilitas atau availability payment, yang mencakup penyediaan dapur, peralatan, tenaga kerja, utilitas, serta pemenuhan standar higienitas.
Jika dikalkulasikan selama 313 hari operasional dalam setahun, pendapatan kotor maksimal yang dapat diterima mitra mencapai:
Rp6.000.000 x 313 hari = Rp1.878.000.000 per tahun
Baca Juga: Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
Nilai tersebut kerap menjadi sorotan karena terlihat besar. Namun menurut BGN, angka itu masih berupa pendapatan kotor yang belum dikurangi berbagai biaya investasi dan operasional.
Modal Awal Tidak Murah
Untuk menjadi mitra resmi SPPG, calon pengelola harus menyiapkan investasi awal yang tidak sedikit.
BGN menyebut pembangunan dapur MBG membutuhkan modal sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung harga lahan, bangunan, dan peralatan yang digunakan.
Investasi tersebut digunakan untuk:
- Membangun fasilitas dapur sesuai standar BGN.
- Menyediakan peralatan memasak dan distribusi.
- Menyiapkan ruang penyimpanan bahan pangan.
- Memenuhi standar keamanan pangan dan higienitas.
- Menyediakan sarana pendukung operasional.
Artinya, pendapatan Rp1,8 miliar per tahun tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan bersih.
Kapan Bisa Balik Modal?
Dengan investasi awal Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar dan pendapatan kotor sekitar Rp1,8 miliar per tahun, BGN memperkirakan titik impas atau break even point (BEP) baru tercapai dalam waktu sekitar 2 hingga 2,5 tahun.
Berita Terkait
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
-
BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset