- Film 402: Rumah Sakit Angker Korea mengisahkan penelusuran konten kreator di gedung rumah sakit tua Korea Selatan.
- Produksi film ini mengadaptasi kisah Gonjiam dengan menyisipkan tradisi ritual pemanggilan jelangkung menggunakan mantra bahasa Korea.
- Para pemeran seperti Aylena Fusil dan Saputra Kori melakukan syuting adegan horor tersebut yang dijadwalkan tayang 9 Juli.
Suara.com - Film horor terbaru bertajuk 402: Rumah Sakit Angker Korea siap menyapa penonton dengan sentuhan mistis lokal yang unik.
Film yang diadaptasi dari karya populer Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum ini menyisipkan unsur tradisi Indonesia di dalamnya.
Secara garis besar, film 402: Rumah Sakit Angker Korea mengisahkan penelusuran para konten kreator di gedung rumah sakit tua di Korea.
Saputra Kori, salah satu pemeran mengatakan, akan ada ritual pemanggilan jelangkung.
Unsur jailangkung tersebut menjadi pembeda antara film Gonjiam dan 402. Ini menjadi budaya yang disisipkan dalam film adaptasi Korea.
Menariknya lagi, perpaduan akan terjadi saat Aylena Fusil membacakan mantra Jelangkung dengan bahasa Korea.
"Jujur agak serem ya? Apalagi pakai bahasa Korea berarti kayak hantunya ngerti kan gitu," kata Aylena Fusil saat mempromosikan film ini di kantor Suara.com di kawasa Pal Merah, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).
Proses pengambilan gambar adegan jelangkung memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.
Meski sadar sedang berakting, aura mistis tetap terasa kental saat mantra mulai diucapkan.
Baca Juga: Mengungkap Misteri Hilangnya Personel Band di Saranjana: Kota Ghaib, Malam Ini di ANTV
"Terus kalau selama memainkan itu sebenarnya ada rasa merinding," imbuh Aylena saat menceritakan proses syuting.
Mantra yang digunakan pun bukan sekadar kata-kata acak, melainkan hasil terjemahan dari ritual aslinya.
Inti dari ucapan tersebut adalah untuk menanyakan keberadaan sosok gaib di sekitar mereka.
"Iya, ditanya kayak 'apakah kalian di sini' gitu sih bahasa transit Koreanya," ucap Aylena Fusil.
Aylena yang tidak terbiasa berbahasa Korea harus bekerja keras menghafal setiap bait mantra.
Ia mengaku butuh waktu cukup lama agar pelafalan bahasa asing tersebut terdengar sempurna.
Berita Terkait
-
Mengungkap Misteri Hilangnya Personel Band di Saranjana: Kota Ghaib, Malam Ini di ANTV
-
Trailer Mencekam, Film Pemikat Jiwa Angkat Kisah Teror Obsesi Buta dan Berujung Petaka Gaib
-
The Doll Malam Ini: Teror Boneka Ghawiah yang Ganggu Kehidupan Denny Sumargo dan Shandy Aulia
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar
-
Mata Batin 2: Teror Arwah Darmah dan Rahasia Kelam di Panti Asuhan, Malam Ini di ANTV
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki