- Aisyah Aqilah kesulitan mendalami karakter Tania yang pendiam dan tertutup dalam film horor Sajen Satu Suro.
- Proses syuting film tersebut dilakukan di lokasi mencekam untuk mendukung atmosfer horor klasik era 80-an.
- Film produksi PIM Pictures ini akan tayang di bioskop mulai tanggal 30 Juli 2026 mendatang.
Suara.com - Aisyah Aqilah mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya saat membintangi film horor Sajen Satu Suro.
Bukan terletak pada adegan-adegan menyeramkan, melainkan saat membangun emosi karakter Tania yang tertutup dan memendam semuanya sendiri.
Dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini, Aisyah Aqilah mengatakan karakter Tania sangat berbeda dengan kepribadiannya sehari-hari yang lebih ceria dan ekspresif.
"Karakter Tania itu dia anak yang sangat sayang keluarga, punya curiosity yang tinggi, ambisi yang tinggi juga terhadap sesuatu yang dia inginkan, apalagi soal keluarga. Dan dia tuh tipe orang yang pemendam sih. Dia tuh enggak berisik di luar, tapi selalu berisik di dalam kepalanya," kata Aisyah menjelaskan karakternya.
Menurutnya, perbedaan karakter itu menjadi tantangan tersendiri selama proses syuting. Ia harus terus mengingat kapan harus "menjadi Tania" setiap kamera mulai merekam.
"Kalau Om Haris dari Manado, aku dari Bugis Makassar, jadi aku jauh lebih jauh lagi. Jadi memang di sini aku pertama kalinya belajar. Yang tadinya juga aku tidak terlalu tahu soal Satu Suro, di sini aku jadi lebih tahu, lebih paham," imbuhnya.
"Mengolah emosinya juga karena sebagai Aisyah aku happy-go-lucky, sedangkan Tania pemendam. Jadi kalau sudah on cam, ini Tania ya, jangan banyak ngomong, jangan banyak gerak, jangan bercanda dulu,” katanya menambahkan.
Aisyah juga mengungkapkan bahwa membangun emosi Tania membutuhkan persiapan yang matang.
Ia harus memahami setiap adegan secara menyeluruh karena proses syuting tidak selalu dilakukan sesuai urutan cerita.
Baca Juga: Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi
"Membangun emosinya kan terkadang kita syuting itu enggak teratur. Bisa tiba-tiba emosinya sudah tinggi. Jadi aku harus baca keseluruhan naskah, memahami setiap scene dan subteksnya," tutur Aisyah.
"Aku juga banyak ngobrol sama Pak Gatot supaya diingatkan, sebelum scene ini Tania merasakan apa, jadi emosinya tetap stabil."
Saat menjalani adegan menangis histeris, Aisyah memilih sepenuhnya masuk ke dalam sudut pandang Tania, bukan mengambil pengalaman pribadinya.
"Of course aku membayangkan Tania. Karena kalau membayangkan diriku sendiri, takutnya rasa sedihnya beda dengan karakter yang aku perankan. Jadi aku harus merasakan bagaimana Tania merasa," kata artis 23 tahun ini.
Selain tantangan akting, Aisyah mengaku lokasi syuting turut menghadirkan atmosfer mencekam.
Meski dirinya tidak mengalami kejadian mistis secara langsung, ia mendengar banyak cerita dari kru mengenai pengalaman-pengalaman menyeramkan selama produksi berlangsung.
Berita Terkait
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'
-
Terlalu Berat! Para Pemain Film Sofia sampai Minta Terapis usai Baca Naskah
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Paket Santet Rilis Trailer Perdana, Horor Kiriman Misterius Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam