Entertainment / Film
Senin, 27 Juli 2026 | 06:05 WIB
Menuju edisi ke-20, Balinale dan Kementerian Kebudayaan Bersinergi bawa sineas Indonesia ke panggung Oscar. [instagram]
Baca 10 detik
  • Kementerian Kebudayaan RI menegaskan komitmen mendukung penuh pelaksanaan Bali International Film Festival edisi ke-20 pada Juni 2027.
  • Festival film di Sanur ini memberikan penghargaan Tapestry of Indonesia perdana kepada karya Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto.
  • Pendaftaran film untuk festival internasional yang menjadi kualifikasi ajang Oscar tersebut akan dibuka pada 1 Oktober 2026.

Suara.com - Menyusul kesuksesan penyelenggaraan tahun 2026, Kementerian Kebudayaan RI kembali mempertegas komitmennya untuk mendukung penuh Bali International Film Festival (Balinale).

Langkah ini diambil untuk memperluas jalan bagi sineas tanah air agar mampu berbicara lebih banyak di industri film global.

Dukungan tersebut dikukuhkan dalam pertemuan hangat antara Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Ahmad Mahendra, MSi TrAP, bersama jajaran Komite Balinale yang dipimpin oleh sang pendiri, Deborah Gabinetti, dan aktor senior Donny Damara.

Menatap Edisi Bersejarah di Tahun 2027

Pertemuan ini bukan sekadar evaluasi, melainkan persiapan besar menyambut edisi ke-20 Balinale yang akan digelar pada 1-7 Juni 2027.

(Dari kiri ke kanan): Arismuda (Balinale Komite), Donny Damara (Balinale Komite), Irini Dewi Wanti (Direktur FMS Kementerian Kebudayaan), Ahmad Mahendra (Dirjen PPPK Kementerian Kebudayaan), Deborah Gabinetti (Founder Balinale), Yoke Darmawan (Balinale Komite). (Dok: Kemenbud RI)

Festival yang berbasis di Sanur, Bali ini, kini telah bertransformasi menjadi destinasi global bagi pertukaran budaya dan kreativitas.

"Kementerian Kebudayaan tetap berkomitmen mendukung Balinale. Sejak 2024, festival ini telah memegang status sebagai Academy Award Qualifying Festival untuk kategori Film Pendek Terbaik. Ini adalah pintu gerbang emas bagi sineas kita menuju panggung Oscar," kata Ahmad Mahendra.

Tapestry of Indonesia: Merayakan Keberagaman dalam Sinema

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah pemberian penghargaan perdana untuk kategori "Tapestry of Indonesia".

Baca Juga: Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini

Kategori baru ini didedikasikan untuk film pendek dokumenter dan naratif yang mampu memotret kedalaman tradisi, komunitas, dan keragaman budaya Indonesia.

Film berjudul Amazing Fantastic Extraordinary People karya sutradara Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto terpilih sebagai pemenang perdana.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ahmad Mahendra kepada tim produksi yang diwakili oleh Nadina Habsjah (Sutradara), Adhytia Putra (Produser), dan Amanda Simandjuntak (Penulis).

"Karya-karya unik ini harus mampu menyentuh hati penonton, sehingga Indonesia tidak hanya dilihat, tetapi juga benar-benar dirasakan," ujar Mahendra.

Magnet Sineas Dunia

Eksistensi Balinale sebagai festival film kelas dunia bukan isapan jempol belaka. Pada edisi 2026 lalu, festival ini menerima lebih dari 1.300 kiriman film dari seluruh penjuru dunia.

Load More