Entertainment / Film
Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:30 WIB
Balinale 2026 siap digelar di Icon Bali Mall dan Cinema XXI pada 1-7 Juni 2026.[Instagram]
Baca 10 detik
  • Bali International Film Festival ke-19 berlangsung di Sanur, Bali, pada 1 hingga 7 Juni 2026 mendatang.
  • Acara menampilkan 94 film dari 38 negara, termasuk 26 karya sineas lokal Indonesia dan penayangan perdana dunia.
  • Festival ini menyelenggarakan kompetisi film dengan kategori baru untuk mendukung kolaborasi global dan apresiasi kekayaan budaya nusantara.

Suara.com - Pulau Dewata kembali bersinar di peta perfilman internasional. Bali International Film Festival (Balinale) resmi membuka edisi ke-19 yang berlangsung mulai 1 hingga 7 Juni 2026.

Mengambil lokasi di kawasan ikonik Sanur, festival tahun ini menjanjikan pengalaman sinematik yang lebih megah dan berwarna.

Pusat kemeriahan akan tertuju pada Icon Bali Mall dan Cinema XXI, yang menjadi panggung utama pemutaran film-film kelas dunia.

Tak hanya itu, berbagai sudut cantik di Sanur juga disulap menjadi ruang diskusi dan pertemuan para sineas global.

Tahun ini, Balinale tampil luar biasa dengan menyuguhkan 94 film dari 38 negara.

Hebatnya lagi, penonton akan menjadi saksi sejarah bagi 20 film yang melakukan World Premiere (tayang perdana di dunia), 10 International Premiere, dan 26 Asian Premiere.

Kehadiran para aktor dan sutradara ternama di lokasi acara dipastikan akan menambah kehangatan berbagi pengalaman di balik layar.

"Program tahun ini bukan sekadar pemutaran film, tapi sebuah perayaan keberagaman suara dan pentingnya kolaborasi internasional dalam industri film masa kini," kata penyelenggara.

Satu hal yang membanggakan, film lokal tetap menjadi tuan rumah. Sebanyak 26 film karya anak bangsa akan diputar.

Baca Juga: 6 Film Unggulan AFAA Siap Manjakan Pencinta Sinema di Balinale 2026

Spesial di edisi ke-19 ini, Balinale memperkenalkan kategori penghargaan baru: Best Indonesian Short Tapestry of Indonesia, sebuah apresiasi khusus untuk merayakan kekayaan cerita dan keberagaman budaya nusantara melalui film pendek.

Berikut film-film masuk kompetisi resmi dari beragam kategori.

Narrative Feature

  • Mon Ami, disutradarai Mohamed Zran (Tunisia)
  • Aisha Can't Fly Away, disutradarai Morad Mostafa (Egypt)
  • Death Drive, disutradarai Eolgul Park (South Korea)
  • Sound of Falling, disutradarai Mascha Schilinski (Germany)

Documentary Feature

  • Divia, disutradarai Dmytro Hreshko (Poland, Ukraine, Netherlands)
  • The Madness of Moonlight, disutradarai Leigh-Ann Beverley (United States)
  • The Rain Won't Let Us Fly, disutradarai Ignacio Marín & Rubén Díez (Spain)
  • The Designer Is Dead, disutradarai Gonzalo Hergueta (Spain)

Short Narrative

  • Close Your Eyes Hind, disutradarai Amir Zaza (Netherlands)
  • Ali, disutradarai Adnan Al Rajeev (Bangladesh, Philippines)
  • Jasmine. Home. Mother., disutradarai Ugn Skonsmanait (Lithuania, United Kingdom, United States)
  • Vultures, disutradarai Dian Weys (France, South Africa)
  • The Spectacle, disutradarai Bálint Kenyeres (France, Hungary)
  • Psychopomp, disutradarai Kit Harington (United Kingdom)
  • Life Goes On, disutradarai Kat Butterfield & Daniel Audritt (United Kingdom)
  • Lip Balm, disutradarai Kwangsik An (South Korea)

Short Documentary

Load More