- Girl group no na melibatkan Stephanie Poetri dan Rich Brian dalam penciptaan lagu "honk!".
- Lagu "honk!" dijadwalkan rilis pada 18 September 2026 sebagai bagian album studio perdana island girl.
- Karya ini mengangkat elemen budaya Indonesia seperti angkot dan fenomena "Om Telolet Om".
Suara.com - Lagu “honk!” dari girl group Indonesia no na menarik perhatian karena memadukan pop modern dengan berbagai elemen budaya Indonesia yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Selain konsep musik dan video klipnya yang unik, lagu ini juga membuat publik penasaran dengan sosok di balik proses kreatifnya.
Lantas, siapa sebenarnya pencipta lagu “honk!” dan bagaimana keterlibatan Stephanie Poetri serta Rich Brian dalam karya terbaru no na tersebut?
Pencipta Lagu Honk! No Na
“Honk!” merupakan salah satu lagu yang disiapkan no na sebagai bagian dari album studio perdana mereka, island girl, yang dijadwalkan berisi 15 lagu dan akan dirilis pada 18 September 2026.
Dalam proses kreatifnya, lagu ini diciptakan oleh keempat member no na. Selain itu, nama Stephanie Poetri dan Rich Brian disebut ikut terlibat dalam pembuatan lagu tersebut. Keduanya bukan nama baru dalam industri musik internasional karena sama-sama berasal dari Indonesia dan pernah menjadi bagian dari ekosistem 88rising.
Stephanie Poetri dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu yang mulai mendapat perhatian besar setelah lagu “I Love You 3000” viral pada 2019.
Kesuksesan lagu tersebut membawanya bergabung dengan 88rising dan memperluas perjalanan kariernya ke pasar musik internasional.
Sementara itu, Rich Brian merupakan rapper kelahiran Jakarta pada 3 September 1999 yang berhasil membangun karier di industri musik global.
Karier internasional Rich Brian mulai berkembang setelah musiknya mendapatkan perhatian luas di dunia maya. Single yang dirilis pada 2016 bahkan sempat masuk tangga Billboard untuk kategori US Bubbling Under R&B/Hip-Hop Singles.
Baca Juga: Ryan Adriandhy Ajak Rich Brian Kolaborasi Film Animasi, Respons Tak Terduga Bikin Heboh
Makna Lagu Honk!
“Honk!” menghadirkan gambaran tentang kehidupan perkotaan yang ramai, spontan, dan penuh energi. No na menggunakan suasana perjalanan sebagai benang merah untuk menggambarkan kebersamaan, kebebasan, serta keseruan menikmati momen bersama.
Salah satu bagian yang mencolok adalah ajakan “Get on the angkot!” yang menjadikan angkutan kota sebagai simbol perjalanan bersama.
Alih-alih menggunakan gambaran kendaraan mewah yang lazim ditemukan dalam video musik pop, no na justru memilih transportasi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Konsep tersebut semakin kuat melalui video klip yang menampilkan para member dengan penuh energi di atas kendaraan khas Indonesia. Pendekatan ini membuat “honk!” terasa ringan dan playful, tetapi tetap membawa pesan mengenai identitas budaya.
Unsur lokal juga muncul melalui referensi terhadap fenomena “Om Telolet Om”. Tren suara klakson bus yang sempat viral secara global pada 2016 tersebut diolah kembali menjadi bagian dari warna musik “honk!”.
Selain itu, penggunaan istilah seperti “kakak-adek” dan “centil” memberikan sentuhan bahasa sehari-hari yang terasa akrab bagi pendengar Indonesia.
No na tidak berusaha menghilangkan karakter lokal ketika memasuki pasar internasional, tetapi justru menjadikannya sebagai bagian dari identitas musik.
Hal tersebut juga terlihat dari penyebutan “Sabang sampai Merauke” yang kemudian disandingkan dengan kota-kota besar dunia seperti New York, Tokyo, dan Los Angeles. Kontras tersebut seolah menggambarkan perjalanan no na dari Indonesia menuju panggung global.
Dengan konsep tersebut, “honk!” bukan sekadar lagu pop bertema perjalanan atau pesta, tetapi juga menjadi cara no na memperkenalkan berbagai elemen budaya Indonesia melalui musik yang mudah diterima pendengar masa kini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
John Herdman Ultimatum Timnas Indonesia: Lupakan Vietnam, Singapura Jadi Penentu Nasib
-
Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara
-
Masker Viva Bengkuang Dipakai Berapa Kali? Ini Anjuran dan Review Pembeli
-
Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 32 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama
-
Siapa Pencipta Lagu Honk! No Na? Ini Sosok di Balik Lirik Om Telolet Om dan Angkot yang Viral
-
Cikole dan Cibeureum Sarang Pengungkapan Narkoba, 43 Tersangka Diciduk Polres Sukabumi
-
Purbaya Ngamuk! Sindir Ekonom Asing: Mereka Salah, Saya Pintar!
-
Marak Kecelakaan Kapal, Puan Tagih Tanggung Jawab Negara dalam Keselamatan Pelayaran
-
China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar
-
Harga Cabai Merah Besar Melonjak Hampir 75 Persen, Beras hingga Minyak Goreng Ikut Naik