Lagi! Penembakan di Sekolah Filipina, 2 Orang Tewas

Jum'at, 18 September 2026 | 15:59 WIB
Seorang remaja 14 tahun melakukan aksi penembakan terhadap kakek dan neneknya sendiri lalu melakukan penyerangan ke sekolah. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Penembakan di Banga National High School Filipina menewaskan dua siswa dan melukai tujuh orang.

  • Tragedi di South Cotabato ini merupakan insiden penembakan sekolah ketiga di Filipina sejak Juni.

  • Penembakan tetap terjadi meski pemerintah baru saja menggelar latihan simulasi penembak aktif nasional.

Suara.com - Insiden penembakan berdarah kembali meneror lingkungan pendidikan di Filipina Selatan dan merenggut sedikitnya dua nyawa siswa pada Jumat (18/9/2026). Tragedi mematikan ini menjadi kasus penembakan sekolah ketiga yang melanda negara tersebut hanya dalam rentang waktu empat bulan terakhir.

Laporan insiden senjata api di Banga National High School, Provinsi South Cotabato, Mindanao, pertama kali diterima petugas penyelamat lokal sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Peristiwa ini langsung menambah ketakutan publik atas keamanan di kawasan tempat belajar anak-anak.

Penyelidikan awal menunjukkan aksi penembakan di area sekolah kian mengkhawatirkan karena melibatkan korban dari kalangan pelajar yang sedang beraktivitas. Ketidakpastian jumlah pelaku penyerangan juga memperluas kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.

Penembakan sekolah di Bangkok menewaskan lima guru dan melukai 22 korban lainnya. (Skynews)

"Dari apa yang saya tahu, mereka berdua adalah siswa. Belum ada rincian lengkap hingga saat ini," kata petugas badan penanggulangan bencana Rolly Aquino tentang kedua korban, seraya menambahkan bahwa setidaknya tujuh orang sedang dirawat di rumah sakit.

Aparat pemerintah daerah bersama petugas penanggulangan bencana bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban selamat dan mengamankan area sekitar. Korban luka-luka langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat guna mendapatkan penanganan darurat.

Proses identifikasi terhadap para pelaku utama penyerangan hingga kini masih terus berjalan secara intensif di lapangan. Pihak berwenang belum bisa memastikan secara resmi jumlah pasti orang yang melepaskan tembakan di dalam area sekolah.

"Untuk saat ini, kami mencoba memberi tahu sesama warga bahwa situasi sudah stabil dan kasus ini telah terkendali," kata Gubernur Provinsi South Cotabato Reynaldo Tamayo.

"Kami tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi."

Bukti rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan luar biasa saat warga berupaya menyelamatkan para siswa yang terluka. Seorang pria terekam menggendong anak yang bersimbah darah menuju kendaraan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Rekaman lain memperlihatkan kesaksian dari tenaga pengajar dan pelajar di lokasi kejadian mengenai dugaan asal-usul pelaku penembakan. Seorang guru mendengar adanya dua orang penembak, sementara seorang siswa menegaskan bahwa para pelaku merupakan pihak luar sekolah.

Insiden berdarah ini sangat mengejutkan mengingat pemerintah setempat baru saja meningkatkan kewaspadaan keamanan secara nasional. Berbagai upaya mitigasi risiko sebelumnya telah dirancang untuk mencegah berulangnya aksi kekerasan di area pendidikan.

Rangkaian penembakan di lingkungan kampus dan sekolah menjadi ancaman baru yang tergolong langka namun kian frekuentif di Filipina. Pemerintah Filipina sejatinya baru saja menggelar latihan simulasi penembak aktif secara nasional pada bulan ini untuk memperketat keamanan sekolah.

Langkah darurat nasional tersebut diambil menyusul dua tragedi penembakan sekolah sebelumnya yang sempat mengguncang publik Filipina sejak Juni lalu. Namun, simulasi keamanan tersebut nyatanya belum mampu membendung aksi teror serupa yang kini kembali memakan korban jiwa.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com