Rekam Jejak Sosok 61 Tahun Muhammad Herindra Ketum Esports yang Panen Nyinyiran Publik

Kamis, 17 September 2026 | 12:36 WIB
Profil Anak Buah Prabowo Wamenhan Muhammad Herindra yang Keselip Lidah Pemerintah Jokowi-Gibran [Ist]
  • Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026 hingga 2030.
  • Pengukuhan tersebut menuai kritik dari netizen karena penunjukan figur berlatar belakang militer untuk organisasi esports.
  • Muhammad Herindra memiliki rekam jejak panjang di militer, pendidikan luar negeri, serta pernah menjabat Kepala BIN.

Suara.com - Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030.

Pengukuhan tersebut langsung membuat netizen heboh. Salah satu komentar netizen mempertanyakan keputusan menunjuk sosok berlatar belakang militer untuk memimpin organisasi yang banyak berkaitan dengan anak muda dan industri gim.

"Ketua Umum esport dipimpin orang tua (61 tahun) dari militer," tulis seorang pengguna media sosial.

"Tim-tim esport di Indonesia banyak juga kok yg dikenal di internasional dan tentunya sudah berpengalaman dan punya relasi juga. Yg mereka mainkan juga udah banyak, ga hanya sekedar game kodok Zuma, Tetris, snake, solitaire doang mah," sambug netizen lainnya.

Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030. [Istimewa]

Di sisi lain, sejumlah pengurus esports daerah justru menyatakan dukungan terhadap kepengurusan baru PB ESI.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat juga menyebut esports telah berkembang melampaui aktivitas permainan dan hiburan.

Menurut Taufik, esports kini berkaitan dengan olahraga prestasi, profesi, industri, dan masa depan generasi muda.

Rekam Jejak Muhammad Herindra

Karier Herindra banyak bersinggungan dengan bidang intelijen. Ia pernah menjabat sejumlah posisi di lingkungan Kopassus, termasuk sebagai perwira informasi publik pada 2000.

Setahun kemudian, Herindra dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Kopassus 812, satuan pendukung Unit Khusus Penanggulangan Terorisme 81. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kariernya di pasukan khusus.

Herindra juga memperkuat kapasitas akademiknya di bidang intelijen dan hubungan internasional. Ia meraih gelar master dari University of Salford pada 1994.

Pada 2011, ia kembali menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Nasional Malaysia dengan gelar master di bidang ilmu sosial.

Selain pendidikan di luar negeri, Herindra juga mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1999-2000 serta pendidikan di Sekolah Staf Angkatan Bersenjata Malaysia pada 2011.

Pernah Bertugas di Riau dan Kalimantan Selatan

Di luar lingkungan Kopassus, Herindra sempat menjalankan tugas sebagai asisten senior intelijen di Kodam I/Bukit Barisan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com