- Festival musik Soundrenaline di CGC ONE Palembang sukses menghadirkan enam ribu penonton pada Sabtu, 19 September 2026.
- Acara ini menampilkan deretan musisi lintas generasi dan genre di empat panggung dengan konsep ruang terbuka hijau.
- Penyelenggara mengimbau calon penonton agar mewaspadai situs palsu dan membeli tiket resmi hanya melalui platform GOERS.
Suara.com - Bayangkan menikmati musik di ruang terbuka, dikelilingi suasana garden dengan lanskap danau yang menjadi latar. Bukan hanya suara musik yang menjadi perhatian, tetapi juga atmosfer santai yang membuat penonton bisa berpindah dari satu panggung ke panggung lain sambil menikmati suasana sekitar.
Pengalaman tersebut hadir dalam Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” yang digelar di CGC ONE – CitraGrand City Palembang, Sabtu (19/9/2026). Sekitar 6.000 penonton memadati area festival untuk menyaksikan penampilan musisi lintas generasi dan genre.
Alih-alih hanya berfokus pada panggung utama, pengalaman festival di Palembang dibuat menyatu dengan suasana ruang terbuka. Penonton dapat berpindah dari satu area ke area lainnya, menikmati pertunjukan sekaligus merasakan atmosfer festival yang lebih santai di tengah lanskap hijau dan danau.
Sejumlah nama dari berbagai karakter musik tampil dalam gelaran tersebut, mulai dari Efek Rumah Kaca, Endah n Rhesa, Fiersa Besari, Kangen Band, HFDZKHR, Nadhif Basalamah, Naykilla, Pee Wee Gaskins, PORIS, Seringai, hingga The Cottons.
Sementara itu, Blonde House, Lonelysun, No Exit, Soloverss, Straight Club, Titinaka, 888, MAISONC, dan radioshifter turut mengisi panggung dengan warna musik yang beragam.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah kolaborasi Kangen Band dan HFDZKHR. Dua karakter musikal yang berbeda bertemu di satu panggung dan menghasilkan penampilan yang memperlihatkan bagaimana festival dapat menjadi ruang pertemuan antargenerasi sekaligus membuka kemungkinan kolaborasi baru.
Pengalaman spesial juga dirasakan Efek Rumah Kaca. Mereka membawakan sejumlah lagu yang sebelumnya belum pernah dimainkan di Palembang.
“Palembang seru banget energinya. Ada dua lagu yang belum pernah kami mainkan di Palembang, seperti ‘Bersemi Sekebun’ dari album Rimpang. Kemudian ‘Matilah Kau Mati’ juga baru kami rilis sekitar dua bulan lalu. Jadi, pertama kali dibawakan tadi juga spesial buat Soundrenaline Palembang,” ujar Efek Rumah Kaca.
Konsep festival semakin terasa melalui kehadiran empat stage, yakni Park Stage, Soundbackyard Stage, Suara Selatan Sumatera Stage, dan Festival Stage.
Keempatnya membawa konsep The Unseen Performance, The Unplugged, dan The Next Meet Now yang memungkinkan penonton menentukan sendiri pengalaman musik yang ingin mereka nikmati.
Nadhif Basalamah melihat pembagian panggung tersebut sebagai salah satu cara untuk memberikan keleluasaan kepada penonton.
“Senang sekali melihat konsep yang dibawa Soundrenaline bisa membawa distribusi penonton. Yang mau dengarin Nadhif bisa ke park stage, terus pendengarnya Naykilla atau Seringai bisa ke festival stage, sehingga audiens bisa memilih dan menikmati musisi-musisi yang mereka mau dengarkan,” kata Nadhif.
Panggung Palembang juga menjadi kesempatan bagi Nadhif memperkenalkan karya terbarunya. Ia membawakan “Lebih Lama Bersama” sebagai lagu pembuka sebelum lagu tersebut resmi tersedia di platform digital.
Tidak hanya nama-nama yang sudah dikenal, keberadaan musisi baru juga menjadi bagian penting dari perjalanan festival. Endah n Rhesa menilai kehadiran emerging band dapat membantu penonton menemukan referensi musik baru sekaligus menjaga regenerasi dalam ekosistem musik Indonesia.
“I love emerging band nowadays. Ya, they’re so good. Dan aku senang karena Soundrenaline tuh kayak jadi referensi buat kita juga. Kayak, oh, ini ada nama-nama baru. Ada wajah-wajah segar, ada bunyi-bunyi yang fresh juga,” ujar Endah n Rhesa.