- Produser Ammir Gita mengarahkan musik teater kolosal Martha Christina Tiahahu di Istora Senayan pada September 2026.
- Ammir Gita melibatkan 60 musisi pelajar untuk merekam album orkestra di Art Sound Studio Kelapa Gading.
- Ammir Gita menggarap album bersama musisi Mow Ray, penyanyi Junio Fernandez, dan Suku Cahaya Ensemble.
Suara.com - Komponis, arranger, sekaligus produser musik Ammir Gita terus membuktikan taji kreativitasnya di kancah musik Tanah Air.
Lewat bendera Ammir Gita Pro, ia merajut eksplorasi yang ambisius: memadukan kekayaan tradisi Nusantara dengan musik kontemporer, sekaligus menjembatani kolaborasi musisi lintas generasi.
Langkah terbesarnya baru-baru ini tercermin dalam pertunjukan teater musikal kolosal bertajuk Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu yang dipentaskan di Istora Senayan, Jakarta, pada 11 September 2026.
Pertunjukan ini digelar dalam rangka memperingati 170 tahun perjalanan ordo Ursulin di Indonesia.
Disutradarai oleh Rama Soeprapto dengan naskah garapan Palka Kojansow, pergelaran akbar ini melibatkan sekitar 700 penampil dari sekolah-sekolah Ursulin se-Jabodetabek.
Ammir memegang peranan krusial sebagai music director, komponis, sekaligus produser musik.
Hanya dalam tempo dua bulan, ia meracik 21 komposisi orisinal, terdiri dari 11 lagu dan 10 scoring, untuk menghidupkan heroisme sang pahlawan asal Maluku tersebut.
Pertunjukan ini juga memadukan Ammir Gita Pro Ensemble dengan talenta muda: 60 musisi pelajar SMA (Santa Ursula BSD, Santa Ursula Pos, dan Santa Theresia) serta paduan suara berkekuatan 70 orang di bawah arahan konduktor Achi Hardjakusumah.
Bawa Pelajar Masuk Dapur Rekaman Profesional
Menariknya, kolaborasi tersebut tidak berhenti begitu tirai panggung ditutup.
Ammir memboyong ke-60 musisi pelajar tersebut masuk ke Art Sound Studio di Kelapa Gading untuk merekam album orkestra Mutiara dari Timur, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2026 atau awal 2027.
Bagi Ammir, proses ini merupakan wadah edukasi nyata yang sangat berharga bagi generasi muda.
"Ini bukan sekadar meminta anak-anak memainkan partitur yang sudah kami buat. Mereka ikut menjalani perjalanan sebuah karya, dari latihan, membawakannya di panggung, sampai akhirnya masuk studio dan merekam musik yang nantinya bisa didengarkan orang lain. Buat saya, pengalaman itu sama pentingnya dengan hasil akhirnya," kata Ammir.
Rangkul Tradisi, Nostalgia, dan Peleburan Genre
Tak hanya berkutat di teater musikal, Ammir Gita Pro juga aktif menggarap proyek rilisan rekaman dengan spektrum yang sangat luas.