- Produser Ammir Gita mengarahkan musik teater kolosal Martha Christina Tiahahu di Istora Senayan pada September 2026.
- Ammir Gita melibatkan 60 musisi pelajar untuk merekam album orkestra di Art Sound Studio Kelapa Gading.
- Ammir Gita menggarap album bersama musisi Mow Ray, penyanyi Junio Fernandez, dan Suku Cahaya Ensemble.
Eksplorasi Etnik Bersama Mow Ray
Ammir tengah mendampingi musisi multi-instrumentalis Mow Ray dalam penggarapan album solo.
Proyek ini memadukan petikan instrumen tradisional seperti oud dan gambus dengan distorsi gitar elektrik modern.
Sentuhan Emosional Junio Fernandez
Untuk penggemar nostalgia, Ammir menyiapkan proyek solo berupa mini album (EP) bersama vokalis senior Junio Fernandez yang menonjolkan karakter vokal matang dan intim.
Peleburan Spektakuler di Suku Cahaya Ensemble
Salah satu proyek paling dinanti adalah debut album Suku Cahaya Ensemble yang dijadwalkan rilis pada 2027.
Proyek ini menjadi ajang peleburan jazz, rock fusion, dan musik etnik Nusantara yang menghadirkan sederet nama besar dari lintas genre, seperti Sujiwo Tejo, Andre Dinuth, Buddhy Haryono, Ridho Rhoma, rapper Matter Mos, Mow Ray, Sita Nursanti, hingga Achi Hardjakusumah.
Melalui rangkaian proyek berskala besar hingga eksplorasi independen ini, Ammir Gita tidak sekadar bertindak sebagai produser di balik meja rekaman.
Ia aktif memposisikan dirinya sebagai perajut kolaborasi yang terus merawat akar tradisi Indonesia seraya membuka pintu seluas-luasnya bagi regenerasi musik masa depan.