Dimas Seto Ajak Ribuan Pelari Bantu Palestina dan Difabel di Run for Humanity 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 21:54 WIB
Dimas Seto menggagas acara olahraga lari bertajuk "Run for Humanity", olahraga sambil berkegiatan sosial. [Ferry Noviandi/Suara.com]
BACA 10 DETIK
  • Dimas Seto menginisiasi ajang lari amal Run for Humanity 2026 di Tangerang Selatan pada 13 Desember 2026.
  • Panitia menyediakan kategori khusus untuk pelajar, master, pelari pemula, serta peserta difabel demi meningkatkan inklusivitas acara.
  • Fokus utama bantuan sosial tahun ini dialokasikan untuk pengadaan kaki palsu serta donasi kemanusiaan lainnya.

Suara.com - Aktor sekaligus pegiat olahraga Dimas Seto kembali menginisiasi ajang lari amal berskala besar bertajuk Run for Humanity 2026.

Ajang yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Sunburst, Tangerang Selatan, pada 13 Desember 2026 mendatang ini menjadi edisi spesial karena menandai gelaran ke-10 sejak pertama kali dirintis pada 2023.

Dalam sesi konferensi pers yang melibatkan lebih dari 20 komunitas lari se-Jabodetabek dan berbagai pihak pendukung, Dimas mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi dan pertumbuhan ajang ini.

Bagi Tangerang Selatan sendiri, ini merupakan kali keempat kota tersebut dipercaya menjadi tuan rumah.

"Sekarang lari bukan sekadar mengejar personal best (PB). Kalau sehat dan jejaring pertemanan itu sudah pasti didapat dari olahraga. Namun yang terpenting, bagaimana menjembatani hobi ini agar punya nilai kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar, hingga saudara-saudara kita di Palestina," ujar Dimas.

Perkembangan ajang ini terbilang pesat. Dimas mengenang, Run for Humanity pertama kali bergulir di Bintaro pada 2023 dengan 1.200 peserta.

Kini, skala acara telah berlipat ganda dengan rata-rata partisipasi menembus lebih dari 10.000 pelari, seperti yang sebelumnya sukses digelar di Stadion Manahan, Solo.

Lebih Inklusif dan Kompetitif

Untuk edisi 2026, Dimas menjelaskan adanya sejumlah pembaruan guna mengakomodasi antusiasme masyarakat dari berbagai latar belakang.

Dari sisi kompetisi, panitia kini menyediakan podium penghargaan demi mengapresiasi pelari prestasi, bibit atlet muda melalui kelas pelajar, serta kategori master bagi pelari berusia di atas 40 tahun.

Di sisi lain, ajang ini tetap ramah bagi pelari pemula (beginner) guna mendorong masyarakat aktif bergerak.

Bertepatan dengan momentum Hari Disabilitas Internasional di bulan Desember, panitia juga secara khusus membuka kategori bagi peserta difabel.

"Kami ingin olahraga lari ini makin diminati banyak orang sebagai exercise dasar tubuh. Selain itu, berhubung Desember bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, kami juga menyediakan kelas khusus untuk teman-teman difabel," imbuhnya.

Aksi Nyata Kaki Palsu hingga Donor Darah

Membawa napas kemanusiaan, Run for Humanity 2026 tidak hanya menyalurkan bantuan rutin ke Palestina, bidang pendidikan, rumah lansia, serta rumah singgah bagi bayi dan anak-anak yang ditelantarkan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com