Suara.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan satelit Lapan A4 buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan diluncurkan pada Desember 2020.
Satelit Lapan A-4 dapat melakukan berbagai pemantauan mulai dari pemantauan Bumi, baik sumber daya alam maupun kondisi lingkungan hingga analisis pascabencana dan pencurian ikan.
Dengan sensor AIS, satelit Lapan A4 dapat memantau gerakan kapal. Secara umum per hari satelit itu bisa merekam sampai dengan dua juta lebih kapal secara global, sementara di wilayah Indonesia sekitar 7.000 - 8.000 kapal.
"Targetnya akhir tahun 2020, mudah-mudahan tepat waktu, dan sekarang pembicaraan dengan pihak India yang akan meluncurkan sedang dilakukan," kata Menristek Bambang kepada wartawan saat mengunjungi Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/2/2020).
Peluncuran satelit A-4 itu akan dilakukan di bandar antariksa India. Sebelum dikirim ke India untuk diluncurkan, satelit harus dipastikan dapat beroperasi dengan baik dan semua peralatan disempurnakan.
Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini sedang dilakukan pengujian dan pengintegrasian satelit untuk memastikan seluruh komponen dan struktur berfungsi dengan baik.
Penyempurnaan komponen dalam satelit juga terus dilakukan, termasuk peralatan kamera, sensor geomagnet, dan sensor Automatic Identification System (AIS).
"Kemudian tinggal negosiasi final dengan pihak India sebagai peluncur terkait dengan ukuran dan bobotnya. Itu yang diharapkan paling lambat akhir tahun ini sudah bisa diluncurkan," imbuh Thomas. [Antara]
Baca Juga: Menristek Minta Lapan Kembangkan Teknologi Drone Tempur
Tag
Berita Terkait
-
KKP Tangkap 2 Kapal Pencuri Ikan Filipina di Perairan Papua, Kerugian Negara Capai Rp50 M
-
Berkeliaran di Natuna Utara Diduga Curi Ikan, 2 Kapal Berbendera Vietnam Berakhir Kayak Gini
-
Rocky Gerung: Reshuffle Kabinet Bukan Sekedar Ganti Menteri, Tapi Revisi Visi Prabowo
-
Harga Setara 7 Mobil Avanza, Ini Keistimewaan Mobil Satryo Soemantri yang Kena Reshuffle
-
Gempur Illegal Fishing! KKP Tangkap 133 Kapal Pencuri Ikan di Laut Indonesia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan