Foto / Lifestyle
Senin, 04 April 2022 | 12:00 WIB
Seorang pria Muslim mendengarkan ketika seorang anak membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]
Seorang pria Muslim membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]
Seorang pria Muslim mendengarkan ketika seorang anak membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]
Seorang pria Muslim mendengarkan ketika seorang anak membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]
Seorang pria Muslim mendengarkan ketika seorang anak membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]
Umat Muslim membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]
Anak-anak membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). [MOHAMMED HUWAIS / AFP]

Suara.com - Seorang pria Muslim mendengarkan ketika seorang anak membaca Alquran di Masjid Al-Kabir, Sana'a, Yaman, Sabtu (2/4/2022). Para jemaah disana bertadarus tidak menggunakan Alquran pada umumnya, melainkan menggunakan Alquran berukuran besar.

Ibadah umat muslim selama bulan Ramadhan di Yaman dipastikan dapat berlangsung dengan aman dan damai tanpa konflik.

Hal ini menyusul Pemberontak Huthi yang didukung Iran dan koalisi yang dipimpin Saudi telah sepakat untuk mematuhi gencatan senjata selama dua bulan, yang mulai berlaku pada 2 April untuk menghormati masuknya bulan suci Ramadhan dan menghormati orang islam beribadah.

Gencatan senjata selama bulan Ramadhan ini, merupakan yang pertama kalinya diadakan sejak 2006 silam. Diharapkan adanya gencatan senjata ini bukan hanya saat bulan Ramadhan, namun dapat bertahan lama di luar Ramadhan. [MOHAMMED HUWAIS / AFP] [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More