Suara.com - Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo (kanan) dan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno (kedua kanan) melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair (kedua kiri) di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Pertemuan tersebut membahas transisi energi dan energi terbarukan di antaranya penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
Selepas rapat, Eddy mengatakan, isi pembahasan bersama dengan Tony Blair berkaitan dengan peluang kerja sama investasi dan transfer teknologi di bidang nuklir untuk 15 tahun mendatang. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Tabung Gas Bocor, Sebuah Lapangan Padel Meledak di Kabupaten Bogor
-
Dampak Perang AS-Iran, Harga Plastik Meroket
-
Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional
-
Habiskan Dana Rp40 Miliar, Stadion Wibawa Mukti Direnovasi
-
Prabowo Buka Akses Istana untuk Pelajar, Ada Tur Edukatif hingga Diskusi
-
Ditopang Ekspor Nonmigas, Surplus Perdagangan RI Tembus USD 1,27 Miliar
-
KPK Periksa Istri Ono Surono, Bantah Kenal Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara
-
Pemerintah Jamin Stok Beras Aman, Cadangan Capai 4,5 Juta Ton
-
Harga LPG Tak Naik per April 2026, Pemerintah Jamin Stok Aman
-
Dukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran