Foto / News
Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:26 WIB
Seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terbaring dalam kandang jebak setelah dibius di Nagari Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym]
Petugas BKSDA Sumbar bersama tim patroli anak nagari (Pagari) memindahkan seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk ke dalam kandang jebak di Nagari Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym]
Seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berada dalam kandang jebak di Nagari Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym]
Petugas BKSDA Sumbar bersama tim patroli anak nagari (Pagari) memindahkan seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk ke dalam kandang jebak di Nagari Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym]
Dokter dari BKSDA Sumbar mengukur panjang badan seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk ke dalam kandang jebak di Nagari Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym]

Suara.com - Seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terbaring dalam kandang jebak setelah dibius di Nagari Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026).

Anak harimau betina yang diperkirakan berusia dua tahun itu masuk ke kandang jebak karena aktivitasnya sudah memasuki ladang masyarakat dan selanjutnya akan diobservasi di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat memasang kandang jebak setelah menerima laporan kemunculan harimau yang beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar permukiman warga.

Petugas BKSDA menduga habitat harimau Sumatera semakin tertekan akibat aktivitas manusia dan penyusutan kawasan hutan sehingga satwa dilindungi tersebut kerap masuk ke area perkebunan warga. [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym]

Load More