Foto / News
Rabu, 11 Maret 2026 | 18:04 WIB
Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran menunggu proses pendataan ulang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym]
Menteri Luar Negeri Sugiono (tengah) menyampaikan keterangan terkait evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym]
Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran menunggu proses pendataan ulang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym]
Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran menunggu proses pendataan ulang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym]
Menteri Luar Negeri Sugiono (tengah) berjalan bersama Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym]

Suara.com - Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran menunggu proses pendataan ulang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026).

Kementerian Luar Negeri memfasilitasi kepulangan sebanyak 22 WNI dari Iran ke tanah air yang merupakan gelombang pertama dari proses repatriasi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di negara tersebut.

Sebagian besar WNI yang tiba di Indonesia merupakan pelajar dan pekerja yang sebelumnya tinggal di sejumlah kota di Iran. Setibanya di Tanah Air, mereka menjalani proses pendataan ulang serta pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Pemerintah menyatakan proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap. Setelah gelombang pertama berjumlah 22 orang, sekitar 10 WNI lainnya dijadwalkan menyusul dalam gelombang berikutnya melalui jalur evakuasi yang sama. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym]

Load More