Foto / News
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:25 WIB
Umat Hindu menerima percikan air suci saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Giri Indra Lokha, Kota Baru, Jambi, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/bar]
Umat Hindu berdoa saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Giri Indra Lokha, Kota Baru, Jambi, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/bar]
Seorang umat Hindu membawa sesajen saat mengikuti upacara persembahyangan perayaan Hari Raya Galungan di Pura Amerta Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj]
Sejumlah umat Hindu mengikuti upacara persembahyangan perayaan Hari Raya Galungan di Pura Amerta Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj]
Umat Hindu bersembahyang bersama saat Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Umat Hindu membawa sesajen saat melakukan persembahyangan bersama Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj]
Umat Hindu membawa banten atau sesajen saat mengikuti persembahyangan Hari Galungan di Pura Pitamaha, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar]
Pemuka agama Hindu memercikkan air suci (Tirta) saat mengikuti persembahyangan Hari Galungan di Pura Pitamaha, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (17/6/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar]

Suara.com - Umat Hindu menerima percikan air suci saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Giri Indra Lokha, Kota Baru, Jambi, Rabu (17/6/2026). Umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan Galungan pada hari ini.

Hari Raya Galungan yang diperingati umat Hindu setiap 210 hari sekali merupakan simbol kemenangan dharma atau kebenaran melawan adharma. Perayaan ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga Sumatera.

Di berbagai daerah, ribuan umat Hindu memadati pura-pura untuk melaksanakan persembahyangan. Suasana perayaan juga ditandai dengan pemasangan penjor yang menghiasi jalan dan halaman rumah sebagai simbol rasa syukur serta kemakmuran.

Selain menjadi momentum keagamaan, Hari Raya Galungan juga dimaknai sebagai sarana mempererat persaudaraan dan keharmonisan sosial. Setelah Galungan, rangkaian perayaan akan berlanjut hingga Hari Raya Kuningan yang jatuh sepuluh hari kemudian sebagai penghormatan kepada leluhur. [ANTARA FOTO]

Load More