Foto / News
Kamis, 18 Juni 2026 | 05:50 WIB
Ilustrasi Jaringan Kereta Sumatera. [ho
Ilustrasi Jaringan Kereta Sumatera. [ho
Stasiun Padang. [ho

Suara.com - Sumatera Barat dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan konektivitas kereta api di Pulau Sumatra. Hal itu didukung keberadaan jaringan rel sepanjang sekitar 312,2 kilometer yang menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian sekaligus masih dimanfaatkan untuk mobilitas masyarakat dan angkutan barang.

Data KAI Divre II Sumatera Barat mencatat dari total panjang jalur tersebut, sekitar 110,9 kilometer masih aktif dan 201,3 kilometer lainnya berstatus nonaktif. Sumatera Barat juga memiliki 20 stasiun dan shelter penumpang serta empat stasiun angkutan barang.

Layanan kereta api penumpang yang beroperasi saat ini meliputi KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, KA Lembah Anai, serta KA wisata Mak Itam. Untuk angkutan barang, KAI melayani distribusi semen dan klinker pada relasi Indarung-Bukit Putus.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kereta api di wilayah Divre II Sumatera Barat melayani 913.674 pelanggan dan mengangkut 492.220 ton barang. Jumlah pelanggan juga terus meningkat dalam lima tahun terakhir, dari sekitar 1,09 juta penumpang pada 2021 menjadi 1,98 juta penumpang pada 2025.

Sejumlah jalur nonaktif di Sumatera Barat dinilai memiliki potensi untuk direaktivasi, di antaranya lintas Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh serta Solok-Muarokalaban. Pengembangan jalur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah, mendukung pariwisata, dan menekan biaya logistik di Pulau Sumatra.

Load More