Suara.com - Pekerja menjemur rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). Sejumlah petani menyatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat proses pascapanen berpotensi menyebabkan kerusakan produk rumput laut hingga 90 persen.
Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas utama penghasil karaginan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, kosmetik, hingga farmasi. Komoditas ini menjadi salah satu andalan ekspor perikanan Indonesia.
Kabupaten Nunukan dikenal sebagai salah satu sentra budidaya rumput laut di Kalimantan Utara. Kualitas rumput laut kering sangat dipengaruhi kadar air hasil penjemuran sehingga proses pengeringan yang optimal menjadi faktor penting untuk menjaga mutu dan nilai jual produk.
Petani berharap tersedia teknologi pengeringan yang tidak bergantung pada cuaca agar risiko kerusakan hasil panen dapat ditekan. Inovasi pascapanen dinilai penting untuk menjaga kualitas rumput laut sekaligus meningkatkan daya saing komoditas di pasar ekspor. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/sgd]
Tag
Berita Terkait
-
Jepang Diserang Gelombang Panas Ekstrem, Banyak Warga Dilarikan ke RS
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
Cuaca Makin Tak Menentu, Terlambatkah Kita Menghadapi Krisis Iklim?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
-
Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan
-
Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
-
Pasangan Pencuri Gasak Vario Karyawan RSUD Jombang di Depan Kamar Mayat
-
OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal
-
Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara
-
5 Zodiak Paling Beruntung Akhir Pekan Ini 25-26 Juli 2026, Keuangan Bikin Pede
-
Skincare Apa yang Bagus untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini yang Wajib Ada
-
Suhardiman Amby Disebut Kumpulkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut Raja Juli
-
Gesture Pegang Kerah Saat Masuk Rutan KPK, Febrie Adriansyah Stres, Cemas atau Emosi?