Foto / News
Minggu, 26 Juli 2026 | 10:00 WIB
Pengunjung mengamati pameran foto saat peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas di Omah Petroek, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nym]
Pengunjung mengamati pameran foto saat peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas di Omah Petroek, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nym]
Kurator pameran sekaligus editor dan jurnalis foto Harian Kompas Danu Kusworo (kiri), VP Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto (tengah) dan Pendiri Yayasan Mata Waktu Oscar Motuloh (kanan) menyampaikan pemaparan saat pameran foto dan peluncuran buku Prahara Pulau Emas di Omah Petroek, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nym]

Suara.com - Pengunjung mengamati pameran foto saat peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas di Omah Petroek, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). Pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik ini menyajikan rekaman visual bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara pada penghujung 2025.

Pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik ini diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Yayasan Mata Waktu serta PLN itu dengan beragam karya dari pewarta foto dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta dan berbagai daerah di Indonsia.

Pameran tersebut menjadi ruang refleksi atas dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra pada akhir 2025. Melalui rangkaian foto jurnalistik, pengunjung diajak melihat kisah para penyintas, proses evakuasi, hingga upaya pemulihan pascabencana.

Buku foto Prahara Pulau Emas diharapkan menjadi arsip visual sekaligus pengingat pentingnya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan. Dokumentasi tersebut menegaskan peran foto jurnalistik sebagai rekam sejarah yang mengabadikan peristiwa bagi generasi mendatang. [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nym]

Load More