Foto / News
Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Transmigran merawat tanaman bumbu di depan kediaman di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]
Transmigran merawat bibit cabai di depan rumahnya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]
Transmigran memberi makan kambing peliharaannya di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]
Foto udara perkampungan transmigran Sungai Bermas di Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]

Suara.com - Transmigran merawat tanaman bumbu di depan kediaman di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). Pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu cara warga bertahan sembari menunggu terpenuhinya hak atas lahan usaha dan layanan dasar dari pemerintah.

Sebanyak 18 kepala keluarga dari 65 KK transmigran di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kabupaten Kerinci, Jambi, hingga kini belum menikmati aliran listrik. Para transmigran yang datang pada periode 2009–2011 itu juga masih menunggu kepastian hak atas Lahan Usaha II seluas 0,75 hektare.

Sembari menanti pemenuhan hak tersebut, warga bertahan hidup dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam bumbu dan sayuran serta bekerja sebagai buruh. Keterbatasan infrastruktur membuat aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat di kawasan transmigrasi itu belum berkembang optimal.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan penyediaan listrik dan memenuhi hak Lahan Usaha II agar dapat meningkatkan hasil pertanian serta memperbaiki taraf hidup. Ketersediaan infrastruktur dasar dinilai menjadi kunci berkembangnya kawasan transmigrasi di daerah terpencil. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]

Load More