Foto / News
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan layang simpang Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]
Foto udara kawasan Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]
Foto udara kawasan Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]
Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan layang simpang Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]
Foto udara kawasan Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]

Suara.com - Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan layang simpang Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026). Kota Palembang diselimuti kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Sumsel.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menyatakan luas kebakaran lahan yang masih menyala di Sumatera Selatan mencapai sekitar 400 hektare yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota di Sumsel.

Kualitas udara Palembang juga memburuk akibat paparan asap karhutla. BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 sempat mencapai 180,8 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Pemerintah Sumsel menyiapkan operasi modifikasi cuaca pada 27-29 Agustus untuk membasahi lahan gambut yang kering. Upaya ini menyasar wilayah rawan karhutla, termasuk OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Palembang. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]

Load More