Foto / News
Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Suasana gelaran Generali Lion Heart Run 2026 di TMII, Jakarta, Minggu (30/8/2026). [handout]
Rebecca Tan selaku President Director and CEO Generali Indonesia (tengah), Ratri Paramita selaku Plt Direktur Utama TMII (kedua dari kanan), Muhammad Sidik Heruwibowo selaku Komisaris Utama Bank Raya (kedua dari kiri), Yulius Manto selaku Director Batavia Prosperindo (paling kiri) dan Dr dr Faris Basalamah, SpJP(K) selaku Hospital Director Heartology Cardiovascular Hospital (paling kanan) saat melepas pelari atau flag off Generali Lion Heart Run 2026 di TMII, Jakarta, Minggu (30/8/2026). [handout]
Suasana gelaran Generali Lion Heart Run 2026 di TMII, Jakarta, Minggu (30/8/2026). [handout]
Para pemenang ajang Generali Lion Heart Run 2026 di TMII, Jakarta, Minggu (30/8/2026). [handout]
Rebecca Tan selaku President Director and CEO Generali Indonesia (tengah), Ratri Paramita selaku Plt Direktur Utama TMII (kedua dari kanan), Muhammad Sidik Heruwibowo selaku Komisaris Utama Bank Raya (kedua dari kiri), Yulius Manto selaku Director Batavia Prosperindo (paling kiri) dan Dr dr Faris Basalamah, SpJP(K) selaku Hospital Director Heartology Cardiovascular Hospital (paling kanan) memebrikan donasi usai Generali Lion Heart Run 2026 di TMII, Jakarta, Minggu (30/8/2026). [handout]

Suara.com - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mengumpulkan donasi Rp1,7 miliar melalui Generali Lion Heart Run (GLHR) 2026. Seluruh hasil penjualan tiket dan pendapatan acara didonasikan untuk program The Human Safety Net (THSN).

Donasi tersebut disalurkan kepada Komunitas Ibu Profesional (Yayasan Jarimatika) untuk mendukung pendidikan 1.000 anak usia dini dari keluarga rentan di berbagai kota di Indonesia. Nilai donasi tahun ini meningkat lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

GLHR 2026 digelar di Plaza Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (30/8). Ajang lari 5K ini melibatkan ribuan pelari dan menjadi bagian dari perayaan 18 tahun perjalanan Generali Indonesia di Indonesia.

Program tersebut menyasar persoalan akses pendidikan anak usia dini. Data UNICEF, Bappenas, dan BPS dalam rilis menyebut 37,4% anak Indonesia mengalami deprivasi multidimensi, sementara hampir 40% anak usia 5-6 tahun belum mengikuti layanan pendidikan anak usia dini.

THSN di Indonesia telah berjalan sejak 2018 dan menjangkau lebih dari 40.000 penerima manfaat dari keluarga rentan. Secara global, program ini hadir di 25 negara dan telah memberikan dampak kepada lebih dari 1,3 juta orang melalui program pemberdayaan keluarga dan pengungsi.

Load More