Foto / News
Selasa, 01 September 2026 | 16:00 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pada Selasa (1/9/2026). [handout]
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pada Selasa (1/9/2026). [handout]
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pada Selasa (1/9/2026). [handout]

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati rencana pengembangan perkeretaapian di Bali. Kesepakatan tersebut menjadi landasan awal untuk menyiapkan kajian dan koordinasi pengembangan transportasi berbasis rel.

Kesepakatan ditandatangani Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pada Selasa (1/9/2026). Ketiganya sepakat melakukan kajian terkait kebutuhan, potensi, hingga kelayakan pengembangan perkeretaapian di Bali.

KAI menilai perkembangan ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat menjadi faktor penting dalam perencanaan sistem transportasi Bali. BPS mencatat ekonomi Bali pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,78% secara tahunan dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp89,27 triliun.

Aktivitas pariwisata juga menunjukkan peningkatan. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, naik 4,63% dibandingkan Mei 2026 yang sebanyak 578.251 kunjungan.

Ruang lingkup kesepakatan mencakup inventarisasi data, penyusunan kajian kelayakan dan/atau Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi dengan kementerian, lembaga, badan usaha, dan pemangku kepentingan. Kesepakatan berlaku selama lima tahun.

Load More