Suara.com - Suasana permukiman padat yang berdampingan dengan gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Senin (28/9/2026). Kondisi tersebut menjadi gambaran keterbatasan ruang hunian di tengah perkembangan Ibu Kota.
Data dari KLHS Pemprov DKI mencatat permukiman mendominasi 89,27 persen penutupan lahan Jakarta berdasarkan data 2022. Dokumen tersebut juga menyebut pemanfaatan lahan perkotaan Jakarta telah mencapai lebih dari 83 persen ruang yang tersedia.
Keterbatasan lahan tersebut membuat pengembangan hunian vertikal menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Pemprov DKI berencana membangun 11 rumah susun berkapasitas besar pada 2027 di sejumlah wilayah Jakarta.
Selain pembangunan rusun baru, Pemprov DKI menyiapkan konsep Konsolidasi Tanah Vertikal untuk menata permukiman padat dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Konsep ini diarahkan agar warga dapat tetap tinggal di lingkungan semula melalui pembangunan hunian bertingkat.
Pengembangan hunian vertikal juga diarahkan ke lokasi yang terintegrasi dengan transportasi publik. Salah satunya proyek Hunian Terjangkau Manggarai di sekitar Stasiun Manggarai yang disiapkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. [Suara.com/Alfian Winanto]