Fresh.suara.com - Menikah menjadi momen yang diimpikan banyak wanita. Terlebih mengenakan gaun mewah, berdiri di samping mempelai pria sehidup semati.
Momen pernikahan yang diharapkan bisa terjadi sekali seumur hidup ini biasanya memerlukan biaya banyak untuk persiapannya. Mulai dari busana, katering hingga dekorasi. Hal tersebut bahkan disiapkan sejak jauh-jauh hari.
Namun berbeda halnya dengan wanita asal Ohio, Amerika Serikat bernama Jillian Lynch ini. Jauh dari kata mahal, gaun pernikahan yang digunakannya itu dibeli dengan harga USD3,75 atau setara Rp55 ribu saja.
Cerita menginspirasi itu pun dia bagikan melalui akun TikTok pribadinya @jilly_lynch. Sebelum pernikahannya dihelat pada 13 Mei lalu, Jilly memutuskan untuk pergi ke toko barang bekas untuk mencari gaun. Pasalnya dia tidak pernah berniat untuk membeli gaun pengantin di butik.
“Karena saya ingin berhemat sepanjang waktu, itu hanya pilihan,” kata Lynch kepada Insider, seperti dikutip dari New York Post, Senin (20/6/2022).
Saat mencari busana pengantin, Jilly mengaku menginginkan gaun yang sederhana dan berwarna putih. Dia juga menghindari busana tradisional yang rumit dan mewah.
Setelah mencari di beberapa toko, dia menemukan yang diinginkan. Awalnya gaun itu dihargai oleh toko barang bekas seharga USD4,99 atau Rp70 ribuan. Kemudian setelah melakukan tawar menawar, harganya jadi turun USD3,75 atau setara dengan Rp55 ribu saja.
Saat membeli, terlihat nama desainer Camila Coelho pada label di gaunnya. Harga asli gaun tersebut adalah USD220 atau Rp3,2 juta saat masih baru kala itu.
Jilly pun mengubah ukuran dress itu sesuai dengan yang diinginkan. Dia juga melengkapi penampilannya dengan sepasang sepatu vintage seharga USD8 atau Rp 118 ribuan. Bila ditotal, keseluruhan penampilan Jilly di acara pernikahannya adalah USD121,75 atau Rp1,8 jutaan saja. Benar-benar jauh dari kata mewah untuk momen sakral sekali seumur hidup itu.
“Saya memilih menggunakan dress di acara pernikahan yang tidak terlalu terlihat seperti pengantin,” ucapnya.
Jilly dan pasangannya itu memang tidak pernah menginginkan pernikahan besar, mereka memutuskan menggelar acara pernikahan dengan konsep intimate yang hanya dihadiri 30 tamu undangan saja di Arizona.
Berita Terkait
-
Romantisasi Thrifting: Tren Hijau atau Eksploitasi Sampah?
-
Baju Bekas Numpuk, Saatnya Cobain Konsep Less Waste Versi Fashion?
-
Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Filosofi Baju Bekas Kakak: Warisan Kasih yang Tak Pernah Luntur
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien