/
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:16 WIB
Deolipa Yumara

Fresh.suara.com - Deolipa Yumara, mantan pengacara Bharada E alias Bharada Eliezer akan meminta bayaran sebesar Rp15 triliun atas biaya jasanya sebagai kuasa hukum Bharada E. Hal itu disampaikan Deolipa Yumara usai dirinya dicabut mandatnya sebagai kuasa hukum Bharada E.

Dalam rekaman suara yang beredar di kalangan wartawan, Deolipa Yumara mengatakan dirinya meminta bayaran Rp15 triliun, atas penunjukkan oleh Bareskrim Polri, untuk menjadi kuasa hukum Richard Eliezer alias Bharada E. Jika tidak dibayarkan, ia siap menggugat negara.

“Saya pengin minta dong jasa pengacara dari negara, paling nggak 15 triliun biar kita bisa foya-foya saya kerja capek lho lima hari nggak tidur, bayangin aja, kalau nggak dikasih ya saya gugat negara, bebas dong namanya juga nggugat,” ujar Deolipa dalam rekaman suara tersebut.

Pernyataan Deolipa tersebut merupakan buntut dari keputusan sepihak dari Bharada E, salah satu tersangka pembunuhan Brigadir J, yang menghentikan pemberian kuasa hukumnya kepada Deolipa. Deolipa menilai, keputusan tersebut dapat batal demi hukum, lantaran dilakukan tanpa bertemu muka dengan kliennya, Bharada E. 

“Kalaupun ini dianggap asli, tentunya pencabutan kuasa yang benar menurut hukum adalah klien dan pengacara harus ketemu, sepanjang tidak ketemu, berarti tidak ada kesepakatan pencabutan kuasa dalam bentuk apapun juga, jadi kita harus ketemu dulu, ya kan tanpa bertemu, kuasa jalan terus,” ujar Deolipa dalam wawancara dengan televisi nasional TvOne.

Load More