/
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:48 WIB
Mahfud MD (Youtube/Deddy Corbuzier)

Fresh.suara.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan ada hal-hal mengerikan bahkan menjijikan di laporan pemeriksaan tuduhan pelecehan yang dilakukan almarhum Brigadir J. Namun, menurut Mahduf MD, penyidikan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini dan harus dihentikan.

Hadir dalam podcast Close The Door Deddy Corbuzier, Mahfud MD mengungkap sejumlah hal seputar kasus dugaan pembunuhan berencana atas Brigadir J oleh tersangka Irjen Fredy Sambo. Mahfud mengatakan, pihaknya sudah meminta agar Bareskrim Polri menghentikan penyidikan atas kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Irjen Fredy Sambo, Putri Candrawathi.

Mahfud menegaskan, skenario pelecehan adalah skenario yang awalnya digaungkan oleh Fredy Sambo, namun kini sudah berbeda, setelah dirinya menjadi tersangka pembunuh Brigadir J. Terlebih, sudah ada dua alat bukti yang sah, dikuatkan pengakuan 3 orang saksi di TKP, bahwa Bharada E melakukan penembakan terhadap Brigadir J atas perintah Fredy Sambo.

Menurut Mahfud pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bareskrim Polri untuk mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan pelecehan seksual. 

“Harus di SP3 dong, karena yang dituduh melecehkan sudah ditembak mati,” ujar Mahfud di depan Deddy Corbuzier.

Mahfud juga mengungkap, detail tuduhan pelecehan yang ada dalam laporan tersebut mengerikan, bahkan menjijikan. Namun, ia mengatakan hal tersebut tidak layak diungkap di situ.

“Nah cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan campur menjijikan juga, makannya saya bilang sensitif gitu, bagaimana tuduhan terhadap dia melecehkannya bagaimana itu kan ada uraiannya itu, udah tutup di sini jangan dicecar lagi saya,” ujar Mahfud.

Load More