Fresh.suara.com - Pengacara bernama Razman Arif Nasution menjadi sorotan publik lantaran ia diduga menggunakan ijazah palsu yang menyatakan dirinya sebagai seorang sarjana hukum.
Terkait hal ini, Hotman Paris pun ikut buka suara. Dalam unggahan Instagram @hotmanparisofficial, pengacara kondang itu menanyakan kepada Nadiem Makarim terkait masalah yang diduga menyinggung Razman tersebut.
“Halo bapak Menteri Pendidikan. Kenapa dari Kementerian sampai hari ini belum ada legal essence. Karena ini sangat sangat berakibat fatal, itu bisa mempengaruhi orang bisa begitu gampang memalsukan ijazah,” kata Hotman Paris, dikutip Senin (22/8/22).
Hotman Paris pun berpesan kepada Nadiem Makarim untuk segera mengusut tuntas permasalahan ijazah palsu yang diduga dilakukan oleh Razman.
“Segera bentuk tim investigasi, usut sampai ke Malaysia. Benar gak itu orang pernah kuliah doktor di Malaysia. Kalau ijazah sarjana hukumnya diduga palsu, apalagi ijazah doktornya,”
“This is the time, tunjukkan wibawamu, segera bertindak bentuk tim, sikat siapapun pelaku yang diduga pelaku ijazah palsu,” tutupnya.
Razman juga sempat dipolisikan soal penggunaan ijazah palsu oleh DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) pada Juli lalu.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/3785/VII/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 29 Juli 2022.
"RAN (Razman) diduga telah menggunakan ijazah palsu. Setidak-tidaknya telah memberikan atau menggunakan dan menyerahkan surat keterangan yang tidak atau belum memiliki kekuatan hukum, untuk menyatakan dirinya selaku seorang sarjana hukum," ujar Sekretaris Dewan Kehormatan DPP KAI Damai Hari Lubis, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Deddy Corbuzier Dongkol Namanya Dicatut Cicit Mbah Priuk: Saya Tidak Terima!
Menurut Damai, ijazah palsu tersebut diduga digunakan Razman untuk persyaratan ujian calon advokat (UCA) di Kongres Advokat Indonesia pada 2014.
Atas dasar itu, kata Damai, Razman dilaporkan melanggar Pasal 263 juncto 264 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 68 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.
Berita Terkait
-
Hotman Paris 3 Minggu Mengunci Diri di Rumah, Dikira Meninggal Dunia!
-
Misteri Ibu Pencuri Cokelat Tak Jadi Tersangka Dijawab Anak Hotman Paris
-
Farhat Abbas Bela Emak Maling Cokelat di Alfamart, Auto Dihujat!
-
Resmi! Emak Ancam Kasir Alfamart Gegara Kepergok Maling Cokelat Dipolisikan Hotman Paris
-
Hotman Paris Bela Pegawai Alfamart yang Dipolisikan Emak-emak Maling Cokelat: Lawan!
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor