Fresh.suara.com - Komnas HAM menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait kasus pembunuhan Brigadir J pada Kamis (1/9/2022). Salah satunya mengenai adanya dugaan kuat pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
Terkait hal itu, mantan Kabareskrim Susno Duadji pun bingung dan heran mengapa kasus dugaan pelecehan masih disebut-sebut Komnas HAM, padahal kasus itu sudah dihentikan penyidikannya.
"Pelecehan seksual sudah dihentikan. Bukan karena tersangka meninggal, tapi Kapolri yang menyatakan tidak ada pidana itu," ucap Susno Duadji, dikutip dari pernyataannya di Channel TVOneNews, Jumat (02/09/22).
Kasus dugaan pelecehan yang sempat dilaporkan Putri sudah naik ke penyidikan. Kemudian penyidik sudah melakukan penyelidikan dan hasilnya tidak ada tindak pelecehan seksual, maka dari itu kasusnya dihentikan.
"Komnas HAM, mohon maaf ya, melewati garis. Kalau betul statement itu, itu kebablasan. Keterangan yang didapat Komnas HAM itu dari siapa? Brigadir Yosua sudah meninggal, tidak tidak bisa dicocokkan," lanjutnya.
Soal pelecehan, kata Susno Duadji, hanya bisa didapatkan Komnas HAM dari segerombolan orang.
"Keterangan Komnas HAM didapat dari siapa, Brigadir J sudah meninggal, gak bisa dicocokkan. Ada keterangan saksi dari segerombolan orang yang sama, posisinya sama, tersangka," lanjut Susno Duadji.
Duadji juga menyebut, Komnas HAM bukan penyidik dalam tindak pidana kasus ini. Selain itu, ia juga merasa aneh soal adanya adegan yang tidak ditampakkan, menjadi tanda lembaga itu melewati garis tugasnya.
“Kasihan penyidiknya. Penyidik sudah bagus, sudah jalan, kok dikacaukan lagi? Atau memang ini dipelihara oleh Komnas HAM" jelasnya.
Baca Juga: Berjasa pada Negara, BTS Dipertimbangkan Tak Perlu Ikut Wajib Militer
Berita Terkait
-
Putri Candrawathi Tak Ditahan dan Cuma Wajib Lapor, Siap-Siap Syok Dengar Alasannya
-
Hotman Paris Sempat Dibujuk Tangani Kasus Ferdy Sambo: Kali Ini saya Tidak Bisa
-
Terungkap! Ini yang Dilakukan Kuat Ma'ruf di Kamar Putri Candrawathi
-
Logika Deolipa: Putri dan Kuat Ma'ruf Otak Pembunuhan Brigadir J, Bukan Sambo
-
Nasib Angelina Sondakh Mirip Istri Ferdy Sambo, Ini Buktinya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur