Fresh.suara.com - Aktivis Irma Hutabarat menanggapi soal munculnya lagi dugaan pelecehan seksual Brigadir J kepada Putri Candrawathi yang diungkap oleh Komnas HAM.
Menurut Irma, selama ini masyarakat sudah dibohongi oleh skenario Putri Candrawathi yang sampai saat ini belum ditahan.
“Saya pikir dari awal ,kita sudah dibohongi. Terang-terangan tuh, Duren Tiga, tembak-tembakan, pelecehan seksual. Ketika itu gugur, masa mau diulang lagi. Kita ini punya nalar dan ini melecehkan nalar jadinya,” kata Irma Hutabarat, dikutip dari kana YouTube tvOneNews, Senin (5/9/22).
Dalam keterangan yang disampaikan Putri Candrawathi pun berubah-ubah. Sebelumnya dia sempat mengaku mendapat pelecehan seksual, sementara dalam BAP suaminya Ferdy Sambo, istrinya tersebut justru diperkosa Brigadir J.
“Karena tidak mungkin ada kejadian di Magelang dua bulan yang lalu sekarang jadi pemerkosaan, beda banget pemerkosaan dengan pelecehan seksual,” ucap Irma.
Irma Hutabarat menduga jika polisi membantu Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk satu suara mengiyakan skenario yang diungkapkan Putri Candrawathi soal pelecehan seksual.
“Jadi kita ini dibodoh-bodohin sekarang. Saya itu biasanya masih mempunyai harapan Kapolri sudah bicara di depan Parlemen, tapi kalau melihat cara permainan yang membawa lembaga-lembaga negara yang sangat kacau rekomendasinya maka harus dipertanyakan,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Putri Candrawathi tetap mengaku mendapat perlakuan pelecehan seksual dari Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Padahal kasus pelecehan seksual Putri Candrawathi ini sebelumnya telah dihentikan atau SP3 oleh penyidik kepolisian.
Baca Juga: Hotman Paris Sentil Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR dan DPRD: Apa Pembenarannya?
Berita Terkait
-
Putri Candrawathi Tak Ditahan karena Istri Jenderal? Ini Kata Mantan Penasihat Kapolri
-
Pengacara Brigadir J Tuding Komnas Perempuan Jadi Aliansi Strategis Putri Candrawathi, Ini Alasannya
-
Sudah Terlanjur Dicap Pendusta, Putri Candrawathi Disangsikan Bisa Lakukan Hal Ini
-
Dicurigai Malingering, Sosok di Dekat Putri Candrawathi Ini Juga Harus Diperiksa
-
Putri Candrawathi Dicurigai Lakukan Malingering, Apa Pula Itu?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'