/
Kamis, 13 Oktober 2022 | 11:02 WIB
Lesti Kejora mendadak balik ke Jakarta

Fresh.suara.com - Setelah Rizky Billar ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Rabu, (12/10/2022), Lesti Kejora diketahui akan segera pulang ke Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh pengacara Lesti, Sandy Arifin. Ia mengatakan Lesti Kejora akan segera pulang dari umrah untuk menanggapi status Rizky Billar tersebut.

"Lesti mau pulang segera," kata Sandy Arifin di Polres Metro Jakarta Selatan dikutip pada Kamis (13/10/22).

Ternyata kepulangan Lesti dari Mekkah nampaknya sudah terlihat. Seorang netizen yang berada di Mekkah menyebut Lesti akan pulang ke Indonesia dengan setidaknya 13 orang.

Dalam video yang diunggah ulang oleh akun @lambegosiip pada Kamis (13/10). Pria di belakang kamera tersebut memperlihatkan setumpuk koper yang diduga milik rombongan Lesti Kejora.

“Lesti Kejora hari ini mendadak pulang, karena ada urusan di Jakarta,” ucap seorang pria tersebut.

Pria tersebut juga menyebut rombongan Lesti Kejora menaiki pesawat kelas bisnis Garuda Indonesia dengan tujuan Jakarta.

“Masyaallah pulang hari ini, sekitar 13 orang di bandara Madinah. Alhamdulillah boarding sudah keluar untuk keberangkatan Lestiani ke Jakarta,” lanjutnya.

Belum ada pembicaraan soal damai dari pihak Lesti

Persiapan Lesti dan rombongan kembali ke tanah air (sumber:)

Postingan itu pun menuai beragam komentar dari netizen. Tak sedikit yang netizen yang berharap jika Lesti tak mencabut laporannya tersebut.

Baca Juga: Lesti Kejora Histeris saat Tahu Rizky Billar Jadi Tersangka

"Jangan mau cabut laporan lesty apalagi sampai rujuk jgn dah kaya gak ada laki yg baik dan nr aja,”  ucap netizen.

“Mdh2an jgn ada pencabutan laporan,” tulis netizen.

“jgn menarik laporan.biar hukum berjalan agr menjadi contoh suami seluruh Indonesia agar jgn gampar melakukan kdrt,” ucap lainnya.

Di sisi lain, Sandy Arifin menegaskan belum ada keputusan damai dari Lesti Kejora. Sejauh ini laporan ibu satu anak ini terkait kasus KDRT masih berlanjut.

"Sejauh ini belum ada pembicaraan (upaya damai)," kata Sandy Arifin.

Load More