- PT Suzuki Indomobil Sales resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Suzuki e-Vitara, pada IIMS 2026 di Jakarta.
- Suzuki e-Vitara ditawarkan mulai Rp 755 juta, memiliki baterai 61 kWh, dan jarak tempuh maksimal 428 km.
- Kendaraan ini dilengkapi fitur modern seperti shift by wire dan Pedal Mode yang mendukung tiga level deselerasi.
Suara.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memulai debut mobil listrik pertamanya yaitu Suzuki e-Vitara pada ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi multi-pathway Suzuki dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan yang lebih beragam bagi masyarakat Indonesia.
Kehadiran unit ini melengkapi jajaran mobil ramah lingkungan Suzuki yang sebelumnya telah diisi oleh teknologi hybrid pada model Ertiga, XL7, Grand Vitara, hingga Suzuki Fronx. Kini konsumen di Indonesia memiliki opsi kendaraan listrik murni melalui SUV terbaru ini.
"Akhirnya kami mencapai tonggak sejarah lain. Untuk melengkapi model ICE dan Hybrid kami, kami resmi memperkenalkan babak baru elektrifikasi Suzuki di Indonesia. Sambutlah, kendaraan listrik pertama kami, Suzuki e-Vitara," kata Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales Minoru Amano di arena IIMS 2026 Jakarta pada Kamis 5 Februari 2026.
Bagi konsumen yang berminat Suzuki e-Vitara sudah dapat dipesan di dealer resmi dengan harga mulai dari Rp 755 juta untuk versi warna single tone. Sementara untuk pilihan warna two-tone yang lebih stylish dipasarkan dengan harga Rp 758 juta.
Bicara soal performa mobil ini mengusung baterai berkapasitas 61 kWh yang mampu menyemburkan tenaga maksimal 128 kW serta torsi mencapai 193 Nm. Dalam kondisi baterai penuh Suzuki e-Vitara sanggup menempuh jarak hingga 428 km yang sangat mumpuni untuk mobilitas di kota-kota besar.
Proses pengisian daya juga tergolong praktis karena sudah menggunakan port charger yang umum di Indonesia. Dengan pengisian cepat arus DC pengguna hanya membutuhkan waktu 50 menit untuk mengisi daya dari 15 persen ke 80 persen. Sedangkan penggunaan AC standard charging 7 kW membutuhkan durasi sekitar 9,5 jam dari posisi 15 persen ke 100 persen.
Teknologi modern turut disematkan melalui sistem shift by wire yang memungkinkan perpindahan mode berkendara secara elektrik melalui tombol di konsol tengah.
Pengemudi dapat memilih tiga opsi mode yaitu Eco, Normal, dan Sport sesuai kebutuhan perjalanan. Selain itu terdapat fitur Pedal Mode dengan tiga level deselerasi yang memungkinkan kontrol kecepatan hanya menggunakan satu pedal gas.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Resmi Geser Dominasi Mobil Bensin
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Belajar dari Kasus Rombongan Pengantin Salah Jalur, Mengapa Mobil MPV 'Haram' Masuk Jalan Offroad?
-
Berapa Biaya Servis Kaki Avanza? Cek Estimasinya Biar Nggak Kaget di Bengkel
-
Pemerintah Harapkan IIMS 2026 Jadi Katalis Pemulihan Industri Otomotif
-
Modal 100 Ribu Rupiah Bisa Bikin Mobil Lewat Tol Tanpa Berhenti, Bagaimana Caranya?
-
Hankook Tire Raih Pertumbuhan 130 Persen Berkat Tren Mobil Listrik di Indonesia
-
5 Sedan Bekas yang Mesinnya Badak Kuat Nanjak, Cocok untuk Jangka Panjang
-
5 Mobil Paling Irit Biaya Servis, Sparepart Melimpah dan Ringan Buat Harian
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia