- IHSG turun 4,87 poin ke level 8.141 pada Kamis, 5 Februari 2025, tertekan sentimen global.
- PDB Indonesia kuartal-IV 2025 tumbuh 5,39 persen (yoy), namun pertumbuhan tahunan 5,11 persen di bawah target pemerintah.
- Tekanan jual global dipicu kekhawatiran valuasi saham teknologi dan isu transparansi pasar modal domestik.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik rungkad pada perdagangan sesi pertama, Kamis, 5 Februari 2025. IHSG turun 4,87 poin atau 0,06 persen ke level 8.141, di tengah tekanan sentimen global.
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang didominasi koreksi.
Tekanan pasar dipicu aksi jual pada saham-saham teknologi global, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai sudah terlalu tinggi, besarnya belanja pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta potensi disrupsi terhadap model bisnis perangkat lunak tradisional.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari data pertumbuhan ekonomi. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,01 persen dan meningkat dibandingkan pertumbuhan kuartal III 2025 yang tercatat 5,04 persen. Capaian ini menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal III 2022.
Namun demikian, penguatan sentimen domestik belum mampu mengangkat pergerakan IHSG. Secara keseluruhan sepanjang 2025, perekonomian Indonesia hanya tumbuh 5,11 persen, sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen. Kondisi ini membuat pelaku pasar masih cenderung berhati-hati.
Investor juga mencermati laporan terkait perundingan kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang disebut telah rampung dan tinggal menunggu penandatanganan resmi.
Di sisi lain, perhatian pasar tetap tertuju pada agenda reformasi pasar modal menyusul aksi jual sebelumnya yang dipicu isu transparansi yang disoroti oleh penyedia indeks internasional. Situasi ini mendorong investor menjadi lebih selektif, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi kecil.
Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain KOCI, CTTH, NZIA, BUKK, dan LION. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam di antaranya MORA, PIPA, MINA, SMIL, dan FILM.
Dalam risetnya, Pilarmas Investindo Sekuritas juga merekomendasikan saham AMRT dengan rekomendasi buy, dengan level support di 1.780 dan resistance di 1.900.
Baca Juga: Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 18,99 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,51 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 348 saham bergerak naik, sedangkan 353 saham mengalami penurunan, dan 257 saham tidak mengalami pergerakan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau