Fresh.suara.com - Kedatangan band internasional Coldplay untuk menggelar konser di Indonesia memicu kontroversi dan ancaman penolakan dari Persaudaraan Alumni (PA) 212. Gerakan yang digawangi oleh Habib Novel Bamukmin tersebut mengancam akan mengepung bandara jika Coldplay tetap melangsungkan konser di Indonesia. Alasan di balik ancaman ini adalah klaim bahwa Coldplay mendukung LGBT, yang dianggap tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
Namun, apakah benar Coldplay adalah pendukung LGBT? Untuk mencari jawabannya, kami melakukan penelusuran pustaka digital. Ditemukan bahwa akun Twitter @ColdplayXtra, yang membagikan berita dan pembaruan seputar band tersebut, memuat postingan yang menyinggung tentang LGBT.
Dalam postingan tersebut, diketahui bahwa vokalis Coldplay, Chris Martin, disebut sebagai sekutu bagi komunitas LGBT. Bahkan, sejak awal kariernya, Chris Martin telah mendukung LGBT.
“Seorang sekutu bagi komunitas LGBT+” kicau akun tersebut.
Foto-foto Chris Martin kibarkan bendera LGBT
“Sejak awal kariernya, Chris Martin sudah mendukung kebebasan hak-hak kaum gay,” sambung akun itu.
Beberapa foto juga menunjukkan kebiasaan Chris Martin dalam mengibarkan bendera warna-warni khas LGBT selama konser-konser Coldplay.
Chris Martin di konser Coldplay
“Ia kerap mengibarkan bendera LGBT pada konser-konser Coldplay,” sambung akun itu.
Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa dukungan Coldplay pada komunitas LGBT bukanlah suatu hal yang diam-diam atau rahasia. Chris Martin secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap hak-hak LGBT dan kebebasan mereka untuk hidup dengan jati diri mereka.
Chris Martin
Namun, perlu diingat bahwa setiap individu atau kelompok memiliki hak untuk memiliki pandangan dan pendapat mereka sendiri. Meskipun ada yang menerima dan mendukung LGBT, tidak semua orang akan setuju dengan pandangan tersebut.
Chris Martin bawa bendera LGBT
Hal ini mencakup Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang merasa bahwa pandangan dan nilai-nilai Coldplay tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Mereka percaya bahwa LGBT bertentangan dengan ajaran agama Islam dan mempertahankan pandangan tradisional terhadap isu ini.
Baca Juga: Ayu Dewi Tidur Sendirian, Pria Ini Tanya soal Keberadaan Regi Datau Subuh-subuh Gak Ada di Rumah
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
Mengenal Makna Filosofis Tedak Sinten Andrew, Anak Erika Carlina Pilih 2 Benda Ini
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
-
26 Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Peluang Emas Dapat Scar Shadow Weapon Royale
-
3 Fakta Kenapa Honda BeAT Dicap Motor Pelit Fitur, Strategi atau Efisiensi?
-
Hengkang dari NCT, Mark Tulis Surat Emosional untuk Penggemar
-
The Book of Eli: Misi Suci di Ujung Kiamat, Malam Ini di Trans TV
-
28 Kode Redeem FC Mobile 3 April 2026: Temukan Telur Paskah Berhadiah Permata dan Draft Gratis
-
Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara
-
5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya